- Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- Media Vietnam menyindir Patrick Kluivert dan memuji rekor Shin Tae-yong.
- Kritik tajam netizen mengarah ke keputusan PSSI yang memecat STY.
Suara.com - Kekalahan Timnas Indonesia dari Arab Saudi ternyata memantik reaksi tajam dari luar negeri.
Salah satu yang paling ramai membicarakannya datang dari Vietnam, lewat media olahraga TheThao247, yang menyoroti cara Patrick Kluivert menangani skuad Garuda.
Laga yang berlangsung pada Kamis (9/10) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 2-3 untuk keunggulan Arab Saudi.
Hasil ini menambah daftar kritik terhadap Kluivert yang dinilai belum bisa menunjukkan arah permainan yang jelas sejak menggantikan Shin Tae-yong.
TheThao247 menulis artikel dengan nada sinis dan membandingkan era Kluivert dengan masa kepemimpinan Shin Tae-yong.
Mereka menggarisbawahi bahwa Indonesia justru tak pernah kalah dari Arab Saudi ketika masih dilatih pelatih asal Korea Selatan itu.
“Kekalahan ini makin memperjelas perbandingan antara Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong. Di era Shin Tae-yong, Indonesia belum pernah kalah, selama dua pertandingan melawan Arab Saudi,” tulis TheThao247.
Artikel tersebut diberi judul yang provokatif, menyoroti “rekor tak terkalahkan Shin Tae-yong saat bertemu Arab Saudi.”
Kalimat itu secara tidak langsung dianggap sebagai sindiran terbuka kepada Kluivert yang belum mampu mengimbangi pencapaian pendahulunya.
Baca Juga: Rumor Besar Datang Ganggu Jay Idzes Jelang Persiapan Timnas Indonesia vs Irak
TheThao247 juga menyoroti reaksi dari para pendukung Indonesia di media sosial.
Banyak yang melampiaskan kekecewaan dan menilai keputusan PSSI memecat Shin Tae-yong sebagai langkah yang salah.
“Oleh karenanya, ketika Pelatih Kluivert yang gagal, banyak yang berpendapat bahwa Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah salah dalam memecat Pelatih Shin Tae-yong,” lanjut media Vietnam itu.
Gelombang kritik pun terus bermunculan, baik terhadap Kluivert maupun beberapa pemain yang dianggap tampil di bawah standar.
Kekalahan dari Arab Saudi dianggap memperlihatkan betapa rapuhnya tim di tangan pelatih baru.
Tanpa banyak waktu untuk berbenah, Indonesia sudah harus menatap laga berikutnya di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Jay Idzes Ngeluh, Kok Bisa-bisanya Diajak Podcast Jelang Timnas Indonesia vs Irak?
-
278 Hari Berlalu, Peringatan Media Asing Soal Borok Patrick Kluivert Mulai Jadi Kenyataan
-
Patrick Kluivert dan 2 Pernyataannya yang Saling Bertolak Belakang di Waktu yang Terbilang Singkat
-
Jay Idzes Tarik Nafas Panjang Jelang Lawan Irak
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Pelatih Bali United Menyesal Gagal Boyong Eliano Reijnders, Kenapa?
-
Pembelaan Bojan Hodak: Saya Tak Ingat Bali United Bikin Peluang Sebelum Persib Kartu Merah
-
Semakin Seru Persaingan jadi Juara, Berikut Jadwal Pekan 28 Super League
-
Kolaborasi Epik! Legenda Timnas Indonesia Setim Eks Juventus hingga Madrid di Clash of Legends
-
Persija Jakarta Gelar Workshop Fotografi di GBK Saat Laga Kontra Persebaya
-
Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo
-
Justin Hubner Ungkap Sebuah Penyesalan Kepada Lewis Holtby
-
Asa Juara Sirna Dilibas Persija, Persebaya Surabaya Fokus Akhiri Musim Sebaik Mungkin
-
Calvin Verdonk Berpeluang Main di Liga Champions, Lille Semakin Kokoh di 3 Besar
-
2 Pemain Keturunan Indonesia Makin Gacor di Luar Negeri, Kapan Dinaturalisasi?