-
Achmad Zulkifli dinonaktifkan Sriwijaya FC karena indisipliner.
-
Pelanggaran: Uji coba tanpa izin resmi klub.
-
Sriwijaya FC kini terpuruk di dasar klasemen.
Empat pertandingan sisa di Liga 2 berujung kekalahan pahit, yang membuat Laskar Wong Kito kini terperosok di dasar klasemen sementara.
Kejadian yang membuat Achmad Zulkifli harus dinonaktifkan ini menjadi pukulan ganda bagi tim yang sedang berjuang keras keluar dari zona degradasi.
Langkah tegas ini menunjukkan komitmen manajemen untuk menegakkan disiplin internal, terlepas dari tantangan berat di kompetisi Liga 2.
Meskipun Achmad Zulkifli telah dinonaktifkan, Sriwijaya FC harus segera mencari pengganti untuk membalikkan keadaan.
Klub harus fokus memperbaiki struktur dan performa agar bisa kembali bersaing di papan atas kompetisi Liga 2 yang ketat.
Publik dan pendukung berharap masalah indisipliner seperti ini tidak akan terulang lagi, agar fokus utama tetap pada pencapaian target promosi.
Pencarian pelatih baru yang mampu membawa kedisiplinan dan meraih hasil positif di sisa musim adalah prioritas utama Sriwijaya FC pasca penonaktifan Achmad Zulkifli.
Insiden ini menjadi sorotan tajam, mengingatkan bahwa tata kelola dan disiplin adalah fondasi penting dalam sepak bola profesional, bahkan di kancah Liga 2.
Manajemen berharap keputusan menonaktifkan Achmad Zulkifli karena indisipliner ini akan memberikan efek jera bagi seluruh komponen tim.
Baca Juga: Panas! Championship 2025 Resmi Kick-Off 12 September, Siapa Jadi Laga Pembuka?
Achmad Zulkifli secara resmi tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala per 13 Oktober 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions