-
PSSI tunda rapat evaluasi Patrick Kluivert.
-
Ketum PSSI berhalangan karena pernikahan putri.
-
Nasib pelatih Timnas Indonesia diputuskan pasca 19 Oktober.
Suara.com - Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali mengungkap jadwal rapat Komite Eksekutif (Exco) dengan agenda evaluasi kinerja pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Ia menyebut kemungkinan baru akan dilaksanakan usai Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menikahkan anaknya akhir pekan ini.
Seperti diketahui hasil rapat Exco tersebut banyak dinanti oleh pecinta sepak bola Tanah Air. Maklum, Patrick Kluivert telah gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Catatan itu membuat juru formasi asal Belanda itu didesak untuk meninggalkan jabatan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
Nah, untuk memberhentikan seorang pelatih, PSSI terlebih dahulu harus menggelar rapat Exco.
Belum diketahui kapan rapat Exco digelar. Namun, menurut Amali dalam waktu dekat ini Erick Thohir mau menggelar hajatan karena putrinya akan menikah.
"Oh iya tunggu Ketua Umum, kan beliau masih ada acara pernikahan. Mau menikahkan putrinya. Pernikahannya tanggal 18 dan 19 Oktober," kata Amali di Stadion Madya usai uji coba Timnas Indonesia U-22 vs India, Senin (13/10/2025).
Timnas Indonesia dipastikan gagal ke Piala Dunia 2026 usai dikalahkan Irak, 0-1 di matchday kedua Grup B Kualifikasi ronde 4, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.
Poin yang dikumpulkan skuad Garuda sudah tidak lagi memungkinkan untuk lolos setelah di laga perdana Grup B juga kalah, 2-3 saat jumpa tuan rumah Arab Saudi pada 9 Oktober lalu.
"Kita tunggu dulu laporan dari Ketua BTN (Sumardji) sekaligus manajer, baru kita ambil sikap. Kan kita belum tahu laporan seperti apa," jelas Amali.
Baca Juga: Patrick Kluivert Ogah Sapa Fans Timnas Indonesia, PSSI Angkat Bicara
Sebelumnya, Sumardji mengaku akan buka-bukaan mengenai kinerja baik dan buruknya Kluivert untuk diputuskan dalam rapat Exco.
"Saya tidak akan tutup-tutupi mana yang baik, mana yang tidak baik. Semua akan saya sampaikan apa adanya," ucap Sumardji.
"Sekali lagi, karena saya ini berada di tim. Mulai dari putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Oktober 2023 sampai dengan sekarang. Training camp juga saya ada, semua saya ada di situ."
"Saya tidak pernah jauh-jauh dari anak-anak dari tim ini sehingga saya akan sampaikan apa adanya. Ya semua nanti kembali kepada teman-teman Exco PSS. Kali ini saya minta tolong teman-teman Exco harus berani ambil sikap yang tegas," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Igor Tolic Angkat Bicara Usai Ditunjuk Jadi Pelatih Persib Bandung
-
Tabrakan Lamborghini ke Pembatas Tol, Raheem Sterling Ditahan Polisi Diduga Pakai Narkoba
-
Muak dengan Cara Kotor Barcelona, Atletico Madrid Tawar Lamine Yamal dengan Sebungkus Kuaci
-
Main di Liga Champions Musim Depan, Como 1907 Harus Numpang di Markas Jay Idzes Cs
-
Ini Alasan Kick Off Arsenal vs PSG Digelar Lebih Awal, Ada Hubungannya dengan Indonesia
-
Jelang Bentrok Arsenal vs PSG, Pelatih Timnas Prancis Ketar-ketir, Ada Apa?
-
Pantang Terpeleset! Ini Kunci Arsenal Agar Bisa Kalahkan PSG
-
Dari 5 Ribu ke 2,3 Juta Followers dalam 48 Jam! Bek Selandia Baru Tim Payne Mendadak Viral
-
Final Liga Champions: Ini 5 Pemain Kunci Arsenal Kalahkan PSG
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986