-
Indra Sjafri pangkas skuad U-23 November.
-
Lini depan kritis usai imbang lawan India.
-
PSSI harap komposisi terbaik siap Desember.
Suara.com - Persiapan menuju pesta olahraga Asia Tenggara semakin intensif, dan pelatih Indra Sjafri telah mengumumkan langkah strategis untuk fase berikutnya dari Pemusatan Latihan (TC) Timnas Indonesia U-23.
TC tahap kedua, yang dijadwalkan bergulir pada bulan November, akan melibatkan jumlah pemain yang lebih ramping dibandingkan tahap pertama yang diikuti 32 atlet.
Keputusan ini diambil setelah selesainya TC awal, di mana Timnas U-23 mencatatkan satu hasil imbang 1-1 saat berjumpa India di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (13/10).
Laga tersebut merupakan pertemuan kedua antara kedua tim, setelah pada pertandingan perdana Garuda Muda harus mengakui keunggulan India dengan skor tipis 1-2.
Fokus Utama: Pengecilan Skuad dan Perbaikan Lini Depan
Perombakan jumlah pemain menjadi fokus utama Indra Sjafri demi efisiensi waktu Pemusatan Latihan yang singkat.
"Tidak 32 pemain, karena dengan waktu pendek, kami ingin fokus. Sebab itu, kami akan koordinasi dari 32 ini pemain mana yang akan kami rekrut, kemudian pemain baru termasuk abroad siapa kira-kira. Tapi kami maksimal 28 pemain di minggu pertama. Secara bertahap kami ciutkan per minggu mungkin," kata Indra pada jumpa pers setelah pertandingan.
Pada bulan berikutnya, agenda Pemusatan Latihan juga mencakup dua pertandingan uji coba, menyamai intensitas fase pertama melawan India.
Indra Sjafri menegaskan bahwa pihaknya telah meminta PSSI untuk segera mengatur dua laga uji coba lagi untuk mengukur kemajuan Timnas U-23.
Baca Juga: Ditanya Kapan Indonesia Masuk Piala Dunia, Ini Jawaban Gus Dur
"Soal uji coba, PSSI lagi berusaha, kami meminta dua pertandingan, tapi setelah jarak dari TC hari pertama dengan pertandingan pertama nanti harus ada waktu kurang lebih 10 hari baru kita coba karena kami ingin betul-betul ada beberapa sesi latihan untuk memperbaiki apa yang kami inginkan, game plan seperti apa, dan game plan itu diterjemahkan ke unit-unit sesi latihan," kata Indra.
Kelemahan Taktis di Lini Depan dan Statistik Mencolok
Sorotan tajam Indra Sjafri tertuju pada sektor Lini Depan, yang dinilai masih mengalami kendala serius selama TC tahap pertama.
Fakta mencengangkan menunjukkan bahwa dua gol yang berhasil dicetak Garuda Muda dalam dua pertandingan melawan India berasal dari pemain yang bukan berposisi sebagai striker murni, yaitu Dony Tri Pamungkas, seorang bek kiri.
Dua penyerang andalan Garuda Muda, yakni Jens Raven dan Hokky Caraka, belum mampu memecah kebuntuan dan melanjutkan paceklik gol mereka yang sudah terjadi sejak Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Sidoarjo pada September lalu.
Menyadari situasi Lini Depan yang krusial, Indra Sjafri berjanji akan segera mencari solusi teknis.
"Kami baru perbaiki di dua sesi attacking. Kita akan lakukan lagi perbaikan dari data-data yang kita punya, kita coba perbaiki terus. Saya pikir dari pertandingan pertama ada 15 kali tembakan, 6 tepat sasaran, 1 gol. Malam ini kita belum terima statistik, itu yang harus diperbaiki," ucap dia.
Dukungan PSSI dan Target Emas SEA Games 2025
Menanggapi hasil dua pertandingan tanpa kemenangan, Wakil Ketua Umum PSSI 1 Zainuddin Amali menyampaikan pemakluman, sebab Indra Sjafri masih dalam tahap eksplorasi komposisi terbaik Timnas U-23.
Amali berharap penuh bahwa menjelang Desember, Indra Sjafri sudah dapat mengidentifikasi komposisi pemain terbaik guna mewujudkan target mempertahankan medali emas SEA Games 2025, prestasi yang pernah diraih di Kamboja pada tahun 2023.
"Itulah kenapa Coach Indra tadi pergantian kan banyak ya. Mudah-mudahan ini akan bagus sampai dengan Desember ya," kata Amali.
Indra Sjafri dan tim pelatih memiliki tugas berat untuk mengatasi masalah Lini Depan dan meramu strategi yang paling efektif untuk menghadapi persaingan ketat di Thailand.
Pemusatan Latihan yang lebih terfokus pada November akan menjadi penentu sebelum pemilihan skuad final untuk SEA Games 2025.
Kekuatan Timnas U-23 saat ini sedang diuji, dan setiap sesi Pemusatan Latihan menjadi sangat vital dalam menyempurnakan strategi.
Keputusan perampingan skuad menjadi sinyal keseriusan Indra Sjafri dalam memaksimalkan potensi pemain yang tersisa.
Indonesia menantikan gebrakan taktik baru yang akan dibawa oleh Indra Sjafri demi kejayaan di SEA Games 2025 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Video Muka Linglung Lionel Messi Dibanting Penyusup Saat Laga Uji Coba Inter Miami
-
Prediksi Superkomputer Hasil Drawing 16 Besar: Arsenal Favorit Juara, Real Madrid Tersingkir
-
Fantastis! Gaji Setahun Cristiano Ronaldo Bisa Biayai Skuad Almeria Dalam 12 Tahun
-
Klub Spanyol yang Dibeli Cristiano Ronaldo Ini Ternyata Pernah Diperkuat Striker Thailand
-
Followers Almeria Melonjak Jadi 2,8 Juta usai Dibeli Cristiano Ronaldo, Sebelumnya Hanya 10 Ribu
-
Cristiano Ronaldo Resmi Beli Klub Kasta Kedua Spanyol, Begini Komentarnya
-
Alasan Eks Asisten STY di Timnas Indonesia Pilih Gabung Klub Zona Degradasi Super League