- Penembak jitu (sniper) disiagakan di atap stadion dan hotel tim Israel.
- Aksi pro-Palestina pecah di Udine, sempat berujung bentrok dengan polisi.
- Italia menang 3-0 atas Israel, sekaligus menyingkirkan lawan dari peluang ke Piala Dunia 2026.
Suara.com - Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Italia vs Israel di Stadio Friuli, Udine, berlangsung dalam suasana tegang dan penuh pengamanan ekstrem.
Ribuan aparat kepolisian, unit militer, hingga penembak jitu (sniper) diterjunkan demi memastikan pertandingan berjalan aman.
Dilansir dari Voetbalzone, sejak pagi, helikopter militer terus berpatroli di udara, sementara penembak jitu terlihat bersiaga di atap hotel tempat tim nasional Israel menginap.
Keamanan super ketat ini diberlakukan menyusul meningkatnya ketegangan politik global dan gelombang protes pro-Palestina di Italia.
Meski ada seruan gencatan senjata di Timur Tengah, sekitar 10.000 pengunjuk rasa pro-Palestina tetap turun ke jalan di kota Udine beberapa jam sebelum kick-off.
Mereka menuntut Israel dikeluarkan dari Piala Dunia, sambil menggelar aksi damai di berbagai titik kota.
Namun, situasi sempat memanas menjelang malam.
Sekitar 50 demonstran dilaporkan terlibat bentrok dengan polisi, yang akhirnya menurunkan water cannon untuk membubarkan massa.
Banyak restoran dan toko di pusat kota memilih tutup demi keamanan, sementara yang tetap buka diminta menyingkirkan kursi dan meja dari area luar untuk menghindari kerusuhan.
Baca Juga: Andre Rosiade Ungkap Timnas Indonesia Dikuasai 2 Sosok Inisial S, Izinkan Pemain Podcast di Arab
Sementara itu, rombongan tim Israel dikawal ketat oleh 13 mobil polisi menuju stadion.
Pertandingan sendiri digolongkan sebagai laga berisiko tertinggi oleh otoritas keamanan Italia.
Di atap Stadio Friuli, sniper militer berjaga selama 90 menit penuh pertandingan berlangsung.
Italia sendiri mengalahkan Israel dengan skor meyakinkan 3-0.
Kemenangan ini sekaligus memastikan Israel tersingkir dari persaingan menuju putaran final.
Italia menempati posisi kedua Grup I dengan 15 poin, tertinggal tiga angka dari Norwegia di puncak klasemen.
Sementara itu, Israel yang tertahan di peringkat ketiga dengan 9 poin dari 7 laga dipastikan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
Terkini
-
Penyelamatan Krusialnya Jadi Kunci, Lille Pamerkan Aksi Heroik Calvin Verdonk
-
Terungkap! Maarten Paes Blak-blakan Soal Peran Penasihat Teknis PSSI di Balik Transfernya ke Ajax
-
Alasan Ivar Jenner Tiba-tiba Absen dari Skuad Dewa United, Dibekap Cedera?
-
Serangan AS-Israel: Liga Iran Resmi Dihentikan, Pemain Asing Pilih Angkat Kaki
-
Media Italia Klaim Jay Idzes Sebagai Rekrutan Terbaik Sassuolo Musim Ini
-
Maarten Paes Gantungkan Harapan ke John Herdman: Timnas Indonesia Harus Naik Level Dunia
-
Viking Ajak 193 Anak Yatim Nonton Persib, Doa Jadi Kekuatan Tambahan
-
Nova Arianto Gelar TC Timnas Indonesia U-20, Muncul Penyerang Keturunan Australia
-
Manchester United vs Crystal Palace: Setan Merah Pincang, 4 Bintang Masuk Ruang Perawatan
-
5 Pemain Muda Super League yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia