-
Coach Justin menilai pelatih asal Jepang berpotensi ideal namun hadir dilema pemain keturunan Belanda.
-
Jesus Casas menjadi kandidat kuat karena memiliki rekam jejak sukses melatih Timnas Irak di Asia.
-
PSSI didukung penuh Coach Justin untuk memilih pelatih yang cocok, bahkan jika itu adalah Shin Tae-yong kembali.
Suara.com - Kursi panas Pelatih Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan publik menyusul berakhirnya kerjasama dengan Patrick Kluivert asal Belanda, membuka babak baru pencarian juru taktik skuad Garuda.
Pengamat sepak bola terkemuka, Justinus Lhaksana, yang akrab disapa Coach Justin, mengungkapkan pandangannya yang mengarah pada potensi pelatih asal Jepang sebagai opsi yang menarik untuk menggantikan Patrick Kluivert.
Coach Justin merasa keputusan PSSI untuk melepaskan tim kepelatihan Belanda mengindikasikan adanya pergeseran strategis menuju budaya Asia, di mana federasi memiliki kedekatan dengan sepak bola Jepang.
"Kalau dia (PSSI) udah buang semuanya (tim kepelatihan Belanda), dia mau pindah ke culture Asia kayaknya. Feeling Jepang. Kita tahu PSSI dekat sama Jepang. Mereka juga punya pelatih bagus. Yang lebih dekat, lebih cocok," ujar Coach Justin saat dihubungi di Jakarta.
Namun, Coach Justin juga menyoroti dilema signifikan yang muncul karena mayoritas punggawa Tim Garuda saat ini adalah pemain keturunan Belanda.
Dia mempertanyakan seberapa besar kecocokan pelatih dari Jepang, atau Asia secara umum, dapat beradaptasi dengan karakter pemain-pemain tersebut; "Di sisi lain pemain kita mayoritas Belanda, secocok apa nanti, ya gak tau juga, ini yang jadi dilema," tambahnya.
Jesus Casas: Kandidat Terkuat dengan Pengalaman Asia
Sementara spekulasi berpusat pada arah kebijakan baru, nama Jesus Casas muncul di permukaan sebagai kandidat terkuat untuk posisi Pelatih Timnas Indonesia berikutnya.
Pelatih Spanyol berusia 51 tahun ini dikenal memiliki pemahaman mendalam tentang kultur sepak bola Asia, berkat pengalamannya memimpin Timnas Irak selama hampir tiga tahun.
Baca Juga: Dilabeli Pelatih Terbaik, Kluivert Bahkan Dipecat Lebih Cepat daripada Simon McMenemy!
Rekam jejak Jesus Casas bersama Singa Mesopotamia berlangsung dari November 2022 hingga Maret 2025, mencatatkan 33 pertandingan.
Dibawah kepemimpinannya, Irak berhasil meraih 20 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya sembilan kekalahan.
Selama periode itu, tim asuhan Jesus Casas mencetak 75 gol dan kebobolan 51 gol, puncaknya adalah trofi Piala Teluk 2022/2023.
Sebelum terjun sebagai pelatih kepala di Asia, Jesus Casas telah mengumpulkan pengalaman berharga di Eropa, termasuk peran Asisten Pelatih Timnas Indonesia Spanyol.
Ia mendampingi tiga era kepelatihan di Spanyol, yaitu Luis Enrique (31 laga), Roberto Moreno (10 laga), dan Luis de la Fuente (1 laga).
Salah satu fakta menarik dari karir Jesus Casas adalah kontribusinya pada kesuksesan FC Barcelona di era Luis Enrique, di mana ia menjabat sebagai Match Analyst dan turut merasakan sembilan gelar bergengsi, termasuk treble winner musim 2014/2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Striker Brasil Richarlison Ogah Main di Piala Dunia 2026 karena Perang AS-Iran, Begini Faktanya
-
Bintang Muda Persija Jakarta dan Persib Bandung Dominasi Skuad Timnas Indonesia U-20
-
Eks Andalan STY Sebut Super League Lebih Baik Dibanding Divisi Dua Belanda, Kok Bisa?
-
Kevin Diks Menggila! Bek Timnas Indonesia Ini Jadi Mesin Gol Asia di Bundesliga
-
Stop Rasisme! Mikael Alfredo Tata Korban Serangan Rasial, Persebaya Pasang Badan
-
2 Pemain Timnas Indonesia Jadi Termahal di Liga 1, Salah Satunya Kalahkan Eks PSG
-
Benarkah Striker Iran Mehdi Taremi Angkat Senjata Lawan AS-Israel? Begini Faktanya
-
Pelatih Brasil Tiba-tiba Sodorkan Gelandang 23 Tahun untuk Jadi Andalan Timnas Indonesia
-
11 Laga Tak Terkalahkan, Carrick Haramkan Pemain Manchester United Lakukan Hal Ini
-
Ricuh Copa Del Rey! Polisi Dituding Membiarkan Bus Atletico Madrid Diserang Ultras Barcelona