-
Cremonese imbang 1-1 kontra Udinese di Serie A.
-
Emil Audero absen karena cedera, pertahanan rapuh.
-
Hasil ini pertahankan Cremonese di posisi ke-10.
Suara.com - Klub berjuluk Grigiorossi, Cremonese, kembali harus merasakan hasil imbang setelah ditahan Udinese 1-1 di Stadion Giovanni Zini pada lanjutan pertandingan Liga Italia 2025/26, yang membuat tren tanpa kemenangan mereka berlanjut.
Pencapaian ini menambah panjang daftar kegagalan Cremonese meraih tiga poin setelah sebelumnya menelan kekalahan telak 1-4 dari Inter Milan di ajang Serie A.
Kondisi tersebut tak lepas dari absennya penjaga gawang andalan Emil Audero yang belum pulih dari cedera, meninggalkan kekosongan vital di barisan pertahanan.
Marco Silvestri yang dipercaya mengawal gawang Cremonese sebagai starter, bersama Adrian Malovec dan Lapo Nava di bangku cadangan, merasakan sulitnya tugas tanpa kiper utama.
Walau tampil cukup meyakinkan dalam beberapa skema bertahan, lini belakang yang digalang Silvestri tetap kebobolan satu gol, menggagalkan upaya Cremonese mengamankan poin penuh di markas sendiri.
Dampak Besar Absennya Emil Audero di Klasemen
Berkat hasil seri ini, posisi Cremonese di klasemen sementara Liga Italia tak beranjak dari peringkat ke-10 dengan koleksi 9 poin.
Udinese, yang merupakan lawan mereka, berada persis satu tingkat di bawah Cremonese dengan selisih 1 angka, merujuk data resmi Serie A.
Padahal, Cremonese memulai pertandingan dengan sangat baik dan menjanjikan, menunjukkan determinasi tinggi sejak awal laga.
Baca Juga: Bologna Tundukkan Cagliari, Genoa Gagal Menang Meski Unggul Pemain di Liga Italia
Baru empat menit bola bergulir, Filippo Terracciano, pemain muda pinjaman dari AC Milan, sukses menggetarkan jala lawan lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti Udinese.
Gol cepat dari Terracciano ini sempat membangkitkan asa para penggemar Cremonese untuk akhirnya mengakhiri puasa kemenangan mereka di Liga Italia.
Namun, perjuangan Udinese yang dimotori oleh penyerang utama mereka di lini depan, berhasil membalikkan situasi dan mengubah skor di babak kedua Serie A.
Kebangkitan Udinese dan Ketajaman Nicolo Zaniolo
Tepat pada menit ke-51, Nicolo Zaniolo menunjukkan kelasnya dengan menanduk bola umpan silang akurat dari Alessandro Zanoli, mengubah skor menjadi 1-1 di laga Cremonese vs Udinese.
Gol tersebut menjadi penegas bahwa Zaniolo adalah tumpuan utama Udinese di sektor penyerangan dan berhasil mengeksploitasi kelemahan yang ada tanpa kehadiran Emil Audero.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Superkomputer Prediksi Juara Liga Inggris Musim Ini, Arsenal atau Manchester City?
-
Diberhentikan Sponsor dan 'Dikeramasi' Satu Indonesia, Fadly Alberto Hengga Muncul dan Ucap Ini
-
Siapa Rakha Nurkholis? Bek Muda yang Jadi Korban Tendangan Kungfu Fadly Alberto
-
Persija Tantang PSIM Yogyakarta, Mauricio Souza Punya Kunci Buat Menang
-
Kesalnya Bojan Hodak Usai Persib Bandung Ditahan Dewa United
-
Kesal Gagal Kalahkan Persib, Pelatih Dewa United: Lawan Hanya Main Bola-bola Panjang
-
AZ Alkmaar Juara Piala KNVB, Ada Peran Mantan Pelatih Kiper Timnas Indonesia
-
Komentar Media Vietnam Usai Timnas Indonesia U-17 Gagal Total di Piala AFF U-17 2026
-
Promosi ke Premier League, Frank Lampard Ingin Coventry City Mulai Bersiap dari Sekarang
-
Persija Jakarta Merasa Diuntungkan Hadapi PSIM Yogyakarta di Bali, Kenapa?