- Pelatih Hong Myung-bo mempersiapkan timnas Korea Selatan menghadapi Piala Dunia 2026 dengan strategi fleksibilitas taktis tiga bek.
- Korea Selatan mengandalkan kolektivitas tim melalui peran Son Heung-min, Lee Kang-in, serta pertahanan solid dari Kim Min-jae.
- Taeguk Warriors tergabung dalam Grup A bersama Republik Ceko, Meksiko, dan Afrika Selatan pada ajang Piala Dunia 2026.
Suara.com - Timnas Korea Selatan diprediksi tidak akan hanya bergantung pada magis individu Son Heung-min saat mengarungi ketatnya persaingan Piala Dunia 2026.
Pelatih Hong Myung-bo kini tengah meramu strategi yang lebih dinamis untuk memastikan Taeguk Warriors mampu melangkah jauh di Amerika Utara.
Fleksibilitas taktis dianggap menjadi senjata rahasia yang jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mengandalkan performa deretan pemain bintang di atas lapangan.
Meskipun lolos tanpa terkalahkan di babak kualifikasi, Korea Selatan sempat dibanjiri kritik karena dianggap terlalu sering meraih hasil imbang melawan tim-tim seperti Yordania dan Palestina.
Turnamen tahun ini akan menjadi penampilan ke-12 Korea Selatan di putaran final Piala Dunia, catatan terbanyak bagi negara mana pun di Asia.
Mereka kini menyandang status sebagai kekuatan elite Asia dengan rekor 11 penampilan beruntun di putaran final, hanya kalah dari negara-negara besar seperti Brasil, Jerman, Argentina, dan Spanyol.
Hong Myung-bo, yang kini menjalani periode kedua sebagai pelatih kepala, membawa pengalaman luar biasa, baik sebagai mantan kapten legendaris maupun juru taktik.
Menariknya, Hong Myung-bo merupakan bagian dari skuad Korea Selatan saat Piala Dunia terakhir kali digelar di Amerika Serikat pada 1994.
Transformasi Taktik dari Empat Bek ke Tiga Bek
Baca Juga: Neymar Absen Laga Brasil vs Mesir, Fokus Pemulihan di New Jersey
Publik sepak bola Korea Selatan sempat dibuat bingung dengan perubahan pendekatan formasi yang diterapkan staf kepelatihan.
Setelah hampir sepanjang babak kualifikasi setia menggunakan skema empat bek, Hong Myung-bo mulai condong memakai sistem tiga bek dalam masa persiapan akhir.
Langkah ini memperkuat indikasi bahwa sang pelatih ingin memiliki lebih banyak opsi untuk menghadapi gaya permainan lawan yang beragam.
Hong Myung-bo menegaskan bahwa pengalaman masa lalu mengajarkannya bahwa ketergantungan pada satu sistem permainan sangat berisiko.
"Dalam Piala Dunia yang saya alami, mengandalkan satu taktik saja sangatlah sulit," ujar Hong Myung-bo kepada para jurnalis.
"Itulah sebabnya kami secara konsisten melatih sistem tiga bek meskipun waktunya singkat," tambah sang pelatih.
Berita Terkait
-
Profil Timnas Senegal: Singa Teranga dari Tradisi Menuju Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Alasan Luis Suarez Dicoret Marcelo Bielsa dari Skuad Uruguay
-
Shakira akan Meriahkan Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko
-
Rumput Rusak, Timnas Jepang Pindah Lokasi Latihan Jelang Piala Dunia 2026
-
Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Siapa Saja? Ini Daftar Stadionnya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus