Bola / Bola Dunia
Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:40 WIB
Korea Selatan menyiapkan fleksibilitas taktik sebagai senjata utama di Piala Dunia 2026. Hong Myung-bo tak ingin hanya bergantung pada Son Heung-min. [Dok. KFA]
Baca 10 detik
  • Pelatih Hong Myung-bo mempersiapkan timnas Korea Selatan menghadapi Piala Dunia 2026 dengan strategi fleksibilitas taktis tiga bek.
  • Korea Selatan mengandalkan kolektivitas tim melalui peran Son Heung-min, Lee Kang-in, serta pertahanan solid dari Kim Min-jae.
  • Taeguk Warriors tergabung dalam Grup A bersama Republik Ceko, Meksiko, dan Afrika Selatan pada ajang Piala Dunia 2026.

Suara.com - Timnas Korea Selatan diprediksi tidak akan hanya bergantung pada magis individu Son Heung-min saat mengarungi ketatnya persaingan Piala Dunia 2026.

Pelatih Hong Myung-bo kini tengah meramu strategi yang lebih dinamis untuk memastikan Taeguk Warriors mampu melangkah jauh di Amerika Utara.

Fleksibilitas taktis dianggap menjadi senjata rahasia yang jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mengandalkan performa deretan pemain bintang di atas lapangan.

Meskipun lolos tanpa terkalahkan di babak kualifikasi, Korea Selatan sempat dibanjiri kritik karena dianggap terlalu sering meraih hasil imbang melawan tim-tim seperti Yordania dan Palestina.

Turnamen tahun ini akan menjadi penampilan ke-12 Korea Selatan di putaran final Piala Dunia, catatan terbanyak bagi negara mana pun di Asia.

Mereka kini menyandang status sebagai kekuatan elite Asia dengan rekor 11 penampilan beruntun di putaran final, hanya kalah dari negara-negara besar seperti Brasil, Jerman, Argentina, dan Spanyol.

Hong Myung-bo, yang kini menjalani periode kedua sebagai pelatih kepala, membawa pengalaman luar biasa, baik sebagai mantan kapten legendaris maupun juru taktik.

Menariknya, Hong Myung-bo merupakan bagian dari skuad Korea Selatan saat Piala Dunia terakhir kali digelar di Amerika Serikat pada 1994.

Transformasi Taktik dari Empat Bek ke Tiga Bek

Baca Juga: Neymar Absen Laga Brasil vs Mesir, Fokus Pemulihan di New Jersey

Publik sepak bola Korea Selatan sempat dibuat bingung dengan perubahan pendekatan formasi yang diterapkan staf kepelatihan.

Setelah hampir sepanjang babak kualifikasi setia menggunakan skema empat bek, Hong Myung-bo mulai condong memakai sistem tiga bek dalam masa persiapan akhir.

Langkah ini memperkuat indikasi bahwa sang pelatih ingin memiliki lebih banyak opsi untuk menghadapi gaya permainan lawan yang beragam.

Hong Myung-bo menegaskan bahwa pengalaman masa lalu mengajarkannya bahwa ketergantungan pada satu sistem permainan sangat berisiko.

"Dalam Piala Dunia yang saya alami, mengandalkan satu taktik saja sangatlah sulit," ujar Hong Myung-bo kepada para jurnalis.

"Itulah sebabnya kami secara konsisten melatih sistem tiga bek meskipun waktunya singkat," tambah sang pelatih.

Load More