-
Mjallby, klub kecil dari desa nelayan di pesisir Laut Baltik, menjuarai Liga Swedia 2025 setelah menang 2-0 atas IFK Gothenburg.
-
Keberhasilan ini disebut sebagai kisah ajaib seperti Leicester City di Liga Inggris 2016 karena Mjallby memiliki stadion kecil dan pemain lokal.
-
Di bawah pelatih Anders Torstensson, Mjallby hanya sekali kalah musim ini dan akan tampil di kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya.
Suara.com - Mjallby mencatat sejarah besar dalam sepak bola Eropa setelah memastikan diri menjadi juara Liga Swedia (Allsvenskan) pada Senin (20/10/2025).
Tim kecil dari desa nelayan di pesisir Laut Baltik itu menaklukkan IFK Gothenburg dengan skor 2-0 dan mengunci gelar juara dengan keunggulan 11 poin, meski masih menyisakan tiga pertandingan.
Dilansir dari ESPN, keberhasilan ini dianggap sebagai salah satu kisah paling menakjubkan dalam sepak bola Eropa, bahkan dibandingkan dengan dongeng Leicester City saat menjuarai Liga Inggris pada 2016.
Klub Kecil, Mimpi Besar
Mjallby berasal dari Hallevik, desa kecil di pesisir selatan Swedia yang hanya memiliki sekitar 800 penduduk. Stadion kandang mereka, Strandvallen, hanya berkapasitas 6.000 penonton dan sebagian besar pemainnya merupakan putra daerah.
Meski dengan anggaran yang jauh lebih kecil dibandingkan klub besar seperti Malmö FF atau AIK, Mjallby berhasil menciptakan keajaiban berkat kekompakan tim dan manajemen yang solid.
“Ini sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan akan terjadi dalam hidup saya. Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari tim ini. Kami membuktikan bahwa kerja kolektif bisa membawa kita sejauh ini,” ujar striker Jacob Bergström, pencetak salah satu gol kemenangan di laga penentuan.
Dari Nyaris Terdegradasi ke Juara Liga
Perjalanan Mjallby menuju puncak benar-benar luar biasa. Sembilan tahun lalu, mereka nyaris terdegradasi ke divisi keempat. Namun sejak 2015, setelah Magnus Emeus, seorang pengusaha lokal, mengambil alih posisi ketua klub, Mjallby perlahan bangkit.
Baca Juga: Riset Auriga: Kayu Deforestasi Indonesia Masih Mengalir ke Eropa, Habitat Orangutan Terancam
Dalam dua musim beruntun, yakni 2018 dan 2019, mereka berhasil meraih promosi hingga kembali ke kasta tertinggi.
Musim ini, di bawah asuhan Anders Torstensson, yang sehari-harinya berprofesi sebagai kepala sekolah, Mjallby tampil luar biasa dengan hanya sekali kalah dan mengumpulkan 66 poin, hanya terpaut satu dari rekor sepanjang sejarah Allsvenskan.
Siap ke Kancah Eropa
Dengan gelar ini, Mjallby akan tampil di kualifikasi Liga Champions musim depan, menjadi pengalaman pertama mereka di kompetisi Eropa.
Saat peluit akhir dibunyikan di Gothenburg, para pemain, pelatih, dan staf berlari ke lapangan merayakan gelar bersejarah bersama ribuan suporter yang mengenakan warna kebanggaan kuning dan hitam.
Mjallby, yang berdiri sejak 1939, telah lama dikenal sebagai klub kecil yang berjuang di liga-liga regional. Kini, mereka resmi menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Swedia: dari desa nelayan kecil di tepi Laut Baltik, menuju panggung tertinggi Eropa.
Berita Terkait
-
Riset Auriga: Kayu Deforestasi Indonesia Masih Mengalir ke Eropa, Habitat Orangutan Terancam
-
Austria dan Denmark Pesta Gol di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Berikut Hasil Lengkapnya
-
Jadwal Pertandingan Grup Neraka Zona Eropa Kualifikasi Piala Dunia 2026, Siapa Amankan Klasemen?
-
IEU-CEPA Disepakati, Uni Eropa Lirik Industri F&B hingga Energi Terbarukan Indonesia
-
Jadwal Liga Europa Pekan Kedua: AS Roma Wajib Menang Lawan Lille Calvin Verdonk.
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
Nilai Pasar Meroket, Justin Hubner Resmi Masuk Jajaran Pemain Termahal Timnas Indonesia
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Darah Muda Skuad Garuda: Rata-rata Usia Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 Cuma 25 Tahun!
-
Dewa United di Ujung Tanduk! Jan Olde Riekerink Berharap Faktor X Bikin Manila Digger Tersungkur
-
Hattrick Lawan Manchester City, Federico Valverde Sebut sebagai Pertandingan Terbaik
-
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Eks Pejabat FIFA Beberkan Aturan Mengejutkan Soal Tim Pengganti
-
Jelang Gabung Timnas Indonesia, Nadeo Bakal Buktikan Mental Juara di Borneo FC vs Persib Bandung
-
Pernyataan Resmi Excelsior: Musim Miliano Jonathans Berakhir Lebih Cepat Akibat Cedera ACL
-
Sudah di Tanah Air, Ini 3 Calon Pengganti Miliano Jonathans di Timnas Indonesia
-
Persiapan Matang, Persis Solo Targetkan Hasil Maksimal Lawan Bali United