- Lebih dari 700 petugas, termasuk anjing dan kuda, dikerahkan amankan laga Aston Villa vs Maccabi Tel Aviv.
- Polisi buat zona larangan terbang dan imbau warga jauhi Villa Park.
- Larangan suporter tamu picu reaksi global dan potensi demo pro-Palestina di sekitar stadion.
Suara.com - Pertandingan Liga Europa antara Aston Villa dan Maccabi Tel Aviv di Villa Park, Kamis (6/11/2025) malam waktu setempat, akan berlangsung di bawah pengamanan superketat.
Kepolisian West Midlands menurunkan lebih dari 700 petugas, termasuk unit anjing pelacak, kuda patroli, drone, hingga petugas penghubung demonstrasi demi memastikan laga berjalan aman.
Langkah ekstrem itu diambil setelah muncul kekhawatiran akan potensi kerusuhan menyusul larangan kehadiran pendukung Maccabi Tel Aviv di stadion.
Kebijakan tersebut menuai kontroversi dan sorotan internasional.
Untuk mencegah gangguan, pihak kepolisian menetapkan zona larangan terbang untuk drone sejauh satu mil dari Villa Park. Aturan ini berlaku mulai pukul 14.00 hingga 23.59 waktu setempat.
Polisi menegaskan siapa pun yang melanggar akan langsung ditangkap di lokasi.
“Kami berkomitmen menjaga reputasi Birmingham sebagai kota yang aman dan ramah bagi semua,” ujar Kepala Polisi Birmingham, Chief Superintendent Tom Joyce, dikutip dari Daily Mail.
“Siapa pun yang melanggar hukum atau menebar kebencian akan ditindak tegas.”
Joyce juga meminta warga untuk menghindari area sekitar stadion, mengingat operasi besar-besaran ini akan berdampak pada arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Baca Juga: Prediksi Juventus vs Sporting Lisbon: Menanti Tuah Spalletti di Liga Champions
Keputusan untuk melarang suporter Maccabi Tel Aviv hadir di Villa Park diambil setelah Kepolisian West Midlands menyampaikan kekhawatiran keamanan kepada Safety Advisory Group, lembaga pemberi izin pertandingan.
Kebijakan itu memicu reaksi global — bahkan Perdana Menteri Inggris sempat meminta agar keputusan tersebut ditinjau kembali.
Namun, pihak klub tetap menolak menjual tiket untuk fans Maccabi Tel Aviv.
Klub menilai situasi ini berisiko disalahgunakan oleh kelompok tertentu untuk mengubah laga menjadi panggung politik.
Ketegangan makin meningkat setelah aktivis sayap kanan Tommy Robinson menunjukkan dukungannya kepada fans Maccabi dengan mengenakan jersey klub Israel itu.
Media Inggris menyebut aksi tersebut sebagai pemicu akhir yang membuat klub menutup total akses bagi pendukung tamu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bung Ferry: Mauricio Souza Kecewa Berat
-
Persija Kembali Gagal Jadi Tuan Rumah vs Persib Bandung di Jakarta, Panpel Soroti Jadwal
-
Eduardo Camavinga Terancam Absen Bela Prancis di Piala Dunia 2026 Akibat Performa Buruk di Madrid
-
Beban Berat Mohamed Salah Memutus Rekor Buruk Tanpa Kemenangan Mesir di Piala Dunia
-
Blak-blakan Casemiro soal Nasib Neymar di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Haiti: Kuda Hitam Karibia yang Kembali ke Piala Dunia Setelah Penantian 52 Tahun