- Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee, memberikan dukungan penuh kepada Wigi Pratama dan Rifki Ray Farandi yang sedang seleksi Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025.
- Kedua pemain muda Persik tersebut diharapkan lolos seleksi yang berlangsung pada 6-27 November di Jakarta, demi pengalaman internasional.
- Ong Kim Swee menekankan pentingnya kedua pemain menunjukkan kualitas terbaik dan kerja keras selama bersaing ketat demi masa depan karier mereka.
Suara.com - Ong Kim Swee, pelatih Persik Kediri asal Malaysia memberi dukungan penuh kepada Wigi Pratama dan Rifki Ray Farandi yang sedang menjalani seleksi di Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025.
Bahkan, ia sangat berharap kedua pemain muda Persik Kediri itu bisa lolos dan membela tim asuhan Indra Sjafri.
Timnas Indonesia U-22 melangsungkan TC di Jakarta pada 6-27 November. Adapun SEA Games 2025 berlangsung pada awal Desember mendatang.
"Pertama tak mudah untuk lolos menjadi penggawa Timnas Indonesia U-22. Makanya Wigi Pratama dan Rifki Ray harus bekerja keras," kata Ong dilansir dari laman I.League.
"Baik di latihan maupun bila diturunkan di pertandingan melawan Mali U23 nanti. Karena saya lihat pemain yang dipanggil coach Indra Sjafri punya kualitas bagus. Jadi dua pemain Persik Kediri ini harus bersaing," katanya.
Apabila striker dan winger Macan Putih ini berhasil pentas di SEA Games Thailand 2025 akan sangat berpengaruh pada masa depan mereka. Pasalnya, keduanya bakal merasakan atmosfer pertandingan antarnegara Asia Tenggara.
"Pemain muda Persik Kediri harus punya pengalaman main di level Internasional. Ini akan bermanfaat bagi tim dan karier pribadi Wigi Pratama dan Rifki Ray," terangnya.
"Saat mereka kembali ke tim akan punya kepercayaan diri di kompetisi BRI Super League musim ini," ujarnya.
Sebelum Wigi Pratama dan Rifki Ray Farandi bergabung dengan Timnas Indonesia U-22, mantan pelatih Timnas Malaysia ini sempat memberi nasihat agar mereka fokus total.
Baca Juga: Pemain Cadangan Timnas Indonesia U-22 Diminta Tak Kembali ke Klub Sampai SEA Games 2025
"Mereka harus serius di latihan. Waktu dimainkan berapa menit pun harus dimanfaatkan maksimal," katanya menambahkan.
"Wigi Pratama dan Rifki Ray harus berkontribusi positif di permainan. Saya pernah jadi pelatih Timnas Malaysia di SEAG Jakarta 2011, saya kira coach Indra Sjafri juga pasti mencari pemain terbaik untuk Timnas Indonesia U-22," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Kutuk Keras Pengeroyokan Wasit di Rembang, Exco PSSI Desak PSIR Didiskualifikasi
-
Kasus Hukum Eks Arsenal Thomas Partey Kian Berat, Dakwaan Pemerkosaan Bertambah Jadi Tujuh
-
Diego Simeone Butuh Pemain Berpengalaman, Bek Manchester City Jadi Target Panas Atletico
-
Kacau! Arda Guler Korban Bully di Ruang Ganti Real Madrid, Terduga Pelaku Pemain Senior
-
Aksi Brutal Pemain Keturunan Nias Bikin Legenda Liverpool Ngamuk: Harusnya Kartu Merah!
-
Napoli Renovasi Stadion Diego Maradona: Lintas Atletik Dibongkar, Telan Dana Rp3,5 T
-
Jelang Pisa vs Milan, Massimiliano Allegri Ogah Pikirkan Perebutan Scudetto
-
Taktik Cerdas Real Madrid Tambah Pundi-pundi Uang, Jual Pemain Muda Raup Untung Rp220 M
-
Kai Havertz Cedera Lagi! Arsenal Terancam Dikudeta dari Puncak Klasemen?
-
Ucap Inggris Dijajah Imigran, Pemilik Manchester United Terancam Sanksi Berat