Timnas Malaysia kehilangan Jordan Mintah karena masalah kesehatan serius.
Pemantauan kebugaran menunjukkan performa Mintah tidak sesuai standar, memicu pemeriksaan lanjutan.
Luqman Hakim Shamsudin dipanggil sebagai pengganti di lini depan.
Suara.com - Timnas Malaysia mendapat kabar kurang baik setelah Jordan Mintah terpaksa menarik diri dari pemusatan latihan.
Penyerang naturalisasi asal Kuching City FC itu diduga mengalami masalah kesehatan yang cukup serius, termasuk indikasi gangguan pada tiroid dan jantung.
Kondisi Mintah awalnya terdeteksi setelah ia mengalami flu. Namun, menurut Dokter Tim Harimau Malaya, Craig Duncan, data kebugaran Mintah tidak sesuai standar pemain profesional.
Dari pantauan latihan hingga data saat tidur, performa Mintah terlihat berbeda dari biasanya.
“Kami memiliki sistem pemantauan yang baik. Kami punya proses penyaringan, dan setelah itu kami melihat data ketika pemain berlatih maupun saat mereka tidur," kata Craig Duncan, dikutip dari MakanBola.
“Ketika data performa keluar, saya bisa mengidentifikasi apakah itu berada di zona performa terbaik. Kalau tidak sesuai, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Itulah yang terjadi pada Mintah," lanjutnya.
“Tim dokter kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan, dan setelah itu barulah kami mengambil langkah berikutnya,” tuturnya menambahkan.
Walaupun begitu, Duncan tetap menolak mengonfirmasi dugaan gangguan pada tiroid dan jantung, karena hal itu menyangkut privasi medis pemain.
Dengan kondisi ini, Mintah dipastikan tidak dapat memperkuat Harimau Malaya. Sebagai gantinya, tim memanggil Luqman Hakim Shamsudin dari Negeri Sembilan FC untuk mengisi posisi di lini depan.
Baca Juga: Presiden Deportivo Alaves Masih Percaya Facundo Garces Tak Bersalah
Situasi ini menjadi perhatian besar bagi publik sepak bola Malaysia, mengingat Mintah sebelumnya diproyeksikan menjadi salah satu pilihan utama dalam laga kualifikasi berikutnya. Semoga sang striker segera pulih dan dapat kembali berkompetisi.
Berita Terkait
-
Presiden Deportivo Alaves Masih Percaya Facundo Garces Tak Bersalah
-
Imanol Machuca, Timnas Malaysia dan 17 Menit yang Membuat Karier Sepak Bolanya Sengsara
-
Dear Malaysia, Sudah Terima Saja Sanksi dari FIFA, Tak Usah Lagi Ajukan Banding ke CAS
-
Timnas Malaysia Menderita, Striker Naturalisasi Vietnam Malah Bikin Suasana Tambah Panas!
-
Banding Kasus7Pemain Naturalisasi Ditolak FIFA, FAM Bakal Melawan Balik
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial