- Timnas Italia kalah telak 1-4 dari Norwegia pada laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- Gennaro Gattuso menyoroti mental pemain yang menurutnya runtuh di babak kedua.
- Azzurri kini harus mengejar tiket Piala Dunia 2026 lewat jalur play-off.
Suara.com - Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya setelah Azzurri dipermalukan Norwegia 1-4 pada laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 di San Siro, Senin (17/11) dinihari WIB.
Kekalahan telak ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Italia di era Gattuso.
Italia sebenarnya memulai pertandingan dengan baik setelah Francesco Pio Esposito membuka keunggulan.
Namun, ketangguhan Norwegia langsung menghancurkan ritme Italia, yang kemudian runtuh total di babak kedua.
Dalam konferensi pers setelah laga, Gattuso tidak menahan diri. Ia menyoroti mentalitas anak asuhnya yang menurutnya hancur begitu Norwegia mulai menekan.
“Ini mengkhawatirkan, saya akan jadi munafik kalau bilang tidak,"
"Saya malah lebih memilih kalau Norwegia memberikan kami pelajaran sepak bola sejak awal, daripada kami terlihat runtuh seperti ini,” tegas Gattuso dikutip dari Football Italia.
Pelatih berusia 47 tahun itu menilai masalah utama bukan fisik, melainkan mental. Ia menyebut pasukannya kehilangan kepercayaan diri dan berhenti melakukan pergerakan yang tepat setelah turun minum.
Gattuso mengungkapkan bahwa timnya tampil berbeda total antara babak pertama dan kedua.
Baca Juga: Nigeria Tersingkir, Republik Demokratik Kongo Jadi Wakil Afrika di Play-off Inter Konfederasi
“Kami berhenti melakukan gerakan yang semestinya. Bangun serangan dari belakang tidak lagi fluid. Ketakutan membuat kami seperti bermain dengan rem tangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Italia tidak boleh lagi terperosok seperti ini, terlebih setelah sebelumnya gagal lolos ke dua edisi Piala Dunia terakhir.
Secara sportif, Gattuso mengakui kekecewaan fans sangat wajar, terlebih setelah mereka memenuhi San Siro untuk memberikan dukungan penuh.
“Kami meminta maaf. Tidak ada yang pantas disuguhi penampilan seperti ini. Fans sudah menunjukkan cinta mereka, tapi kami mengecewakan mereka,” katanya.
Hasil buruk ini membuat tekanan semakin besar. Italia kini harus lolos melalui jalur play-off demi tiket ke Piala Dunia 2026.
“Kami tidak boleh takut pada kesalahan. Kami harus bersatu, percaya diri, dan berhenti membatasi diri hanya pada hal-hal minimal,” tutupnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Sassuolo Kalahkan Udinese 2-1, Fabio Grosso Minta Kaki Jay Idzes Cs Tetap Injak Tanah
-
Hasil Serie A Italia: Penyelamatan Krusial Emil Audero Bikin Pemain Genoa Frustasi
-
Inter Menang Dramatis, Legenda Juventus Mencak-mencak ke Chivu dan Bastoni
-
Media Malaysia Tuding Erick Thohir Dalang Aduan ke FIFA soal Skandal 7 Pemain Naturalisasi
-
Jelang Lawan Ratchaburi FC, Bojan Hodak Perbaiki Penyelesaian Akhir
-
Bak Roller Coaster, Atletico Madrid Kini Giliran Kalah Telak dari Rayo Vallecano
-
Debut Tak Istimewa Mauro Zijlstra, Ini Kata Asisten Pelatih Persija Jakarta
-
Hasil Piala FA: Arsenal Gebuk Wigan Athletic 4-0 dan Melaju ke Babak 16 Besar
-
Juara Baru Bersinar di Final MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo
-
Jelang Lawan Ratchaburi FC, Bojan Hodak Ungkap Kondisi Beckham Putra dan Julio Cesar