-
PSTI dukung tuntutan mundur Ketum PSSI demi revolusi total.
-
Federasi dianggap one man show, kultus individu harus dihentikan.
-
PSSI harus kembali bekerja dengan sistem kuat, transparan, milik bangsa.
Saat dimintai konfirmasi mengenai sikap organisasinya terhadap tuntutan para suporter yang mendesak Ketua Umum PSSI untuk mundur, Indro menyatakan persetujuannya secara eksplisit.
Ia menegaskan bahwa wacana perombakan total menuntut kesediaan semua pihak, termasuk pucuk pimpinan, untuk menerima evaluasi tanpa adanya pengecualian.
“Kalau kita bicara revolusi total, maka semua hal harus dievaluasi tanpa kecuali—termasuk kepemimpinan tertinggi."
Bagi PSTI, mengundurkan diri adalah opsi logis dan wajar dalam kerangka perbaikan sistem jika publik menilai bahwa kepemimpinan saat ini belum mampu memicu perubahan sistemik yang substantif.
"Jika publik melihat kepemimpinan hari ini tidak membawa perubahan sistemik, maka mundur adalah opsi yang sangat wajar dalam proses perbaikan. Kita tidak boleh alergi pada evaluasi,” lugas Indro.
Indro menjelaskan bahwa tujuan utama yang diperjuangkan PSTI bukanlah sekadar mengganti figur yang menduduki kursi kepemimpinan saat ini.
Fokus utamanya adalah membangun sebuah fondasi perubahan yang mendalam dan bersifat struktural dalam manajemen serta tata kelola federasi.
"Yang kami inginkan adalah PSSI yang bekerja dengan sistem yang kuat, transparan, dan tidak lagi dikendalikan oleh satu figur. Kalau seorang pemimpin tidak mampu menciptakan ekosistem itu, ya memang sudah saatnya memberi jalan." tandasnya.
Peran suporter, menurut Indro, telah berevolusi dan kini menjadi sangat penting sebagai penopang moral serta agen perubahan dalam dunia sepak bola nasional.
Baca Juga: Diminta Ultras Garuda Mundur, Erick Thohir Bicara Amanah dan Kekurangan
Suporter tidak lagi dipandang sebagai pihak yang hanya sekadar menonton dan menerima keputusan secara pasif, tetapi sebagai elemen penting dalam ekosistem sepak bola.
"Suporter bukan lagi penonton pasif. Kami adalah pemangku kepentingan sepak bola terbesar di Indonesia. Kalau suara suporter sudah serempak meminta perubahan, itu berarti ada yang sangat tidak beres." tegas Indro.
Indro menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sepak bola nasional sudah terlalu sering diperlakukan sebagai aset atau properti milik pribadi.
PSSI wajib dikembalikan kepada statusnya sebagai milik bersama bangsa Indonesia.
"Sepak bola Indonesia sudah cukup diperlakukan seperti properti individu. PSSI harus kembali menjadi milik bangsa. Dan perubahan itu tidak akan terjadi tanpa keberanian untuk mencapai semua, termasuk pucuk pimpinan." tutupnya.
Keseluruhan transformasi ini memerlukan keberanian total untuk menyentuh seluruh lapisan, mulai dari level teknis hingga ke tampuk kepemimpinan tertinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Piala Indonesia Segera Bangkit? I.League Buka Suara soal Jadwal Padat
-
Super League 2026/2027 Resmi Hapus Aturan Wajib Mainkan Pemain U-23
-
Strategi Cyle Larin di Piala Dunia 2026, Timnas Kanada Bidik Target Juara demi Cetak Sejarah Baru
-
Terpeleset di Jepara, Borneo FC Belum Menyerah dalam Perebutan Gelar Juara Super League
-
Persib Bisa Gagal Juara Super League 2025/2026 di Pekan Akhir, Borneo FC Berpeluang jadi Kampiun
-
Jadwal Pekan Pamungkas Super League 2025/2026: Gelar Juara Persib Bisa Melayang
-
Persija Juara U-20, Berikut Daftar Penerima Penghargaan EPA Super League 2025/2026
-
Krisis Timnas Tunisia Jelang Kick Off Piala Dunia 2026! Pemain Tolak Bela Tim Nasional
-
Dia Mungkin Marah ke Saya! Pengakuan Deschamps Usai Coret Camavinga dari Skuat Prancis
-
Wow! Piala Dunia 2026: Buka 824 Ribu Lapangan Pekerjaan, Sumbang Rp656 T untuk Ekonomi Dunia