- Fakta baru FIFA mengungkap status Rob Friend berbeda dengan pengumuman FAM, di mana Friend hanya mengaku sebagai konsultan berbasis Kanada.
- Pengakuan Friend kepada FIFA bertentangan dengan rilis FAM tertanggal 31 Desember 2024 yang menunjuknya sebagai CEO Timnas Malaysia.
- Friend mengklaim tidak terlibat naturalisasi pemain dan baru bertugas membantu presentasi terkait hukuman FIFA kepada FAM pada 22 Agustus lalu.
Suara.com - Fakta baru terungkap di kasus 7 pemain naturalisasi Malaysia. Dokumen yang dirilis FIFA menunjukkan status tak jelas dari Rob Friend.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada FIFA, Friend menyebut dirinya bukan CEO, melainkan sekadar konsultan yang berbasis di Kanada dan hanya terlibat saat hari pertandingan di Malaysia.
Pengakuan ini bertentangan dengan rilis FAM pada 31 Desember 2024 yang secara jelas mengumumkan Rob Friend sebagai CEO Timnas Malaysia.
Dalam dokumen FIFA, Friend menjelaskan bahwa dirinya bekerja sebagai konsultan FAM.
Ia mengaku berbasis di Kanada dan hanya datang ke Malaysia pada hari pertandingan
Friend juga mengakui membantu proyek pembenahan di tim nasional Malaysia.
Di sisi lain, Rob Friend juga mengaku bertanggung jawab pada aspek teknikal dan staf kepelatihan
Namun ia mengklaim tidak terlibat dalam proses naturalisasi pemain
Ia juga menyebut tidak mengetahui adanya pemalsuan dokumen 7 pemain naturalisasi hingga 22 Agustus lalu
Baca Juga: Kontras Nasib Timnas Indonesia dan Malaysia di Ranking FIFA Usai Kompak Absen di FIFA Matchday
Pada 22 Agustus itu, Friend baru ditugaskan membantu presentasi terkait hukuman FIFA untuk FAM dan tujuh pemain yang tersandung pemalsuan dokumen.
Pengakuan Friend muncul di saat FIFA mengarahkan Sekretariatnya melakukan penyelidikan terhadap kinerja internal FAM terkait naturalisasi pemain dan ihak yang bertanggung jawab dalam kasus pemalsuan dokumen 7 pemain.
Hingga kini, FAM belum memberikan penjelasan publik terkait perbedaan pernyataan tersebut.
Pada Desember 2024, FAM secara resmi menunjuk Rob Friend sebagai CEO Timnas Malaysia.
FAM menyebut Friend akan memimpin “revolusi struktur organisasi” Harimau Malaya, termasuk tim senior dan U-23, mulai Januari 2025.
Namun, pengakuan Friend kepada FIFA kini menimbulkan keraguan publik, pihak mana yang berbohong, FAM atau Friend?
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Vivo X500 Series Resmi Meluncur September 2026, Usung Kamera 200 MP dan Video Sinematik
-
Siap-siap War! Tiket Konser BIGBANG di Jakarta Dijual Mulai Rp1,5 Juta, Cek Harganya di Sini
-
Daftar Shio yang Ciong Tahun Ini, Ada 5 Shio yang Mungkin Alami Sial
-
Seperempat Penjualan Mobil di Eropa Kini Didominasi Kendaraan Listrik
-
Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu
-
Rekomendasi 7 Sepatu Gunung Terbaik dan Awet: Mulai 500 Ribuan Aja!
-
Tak Dibuang Tapi Dibantu, Igor Tolic Buka Suara Keputusan Lepas Ramon Tanque
-
25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
-
Cuma Butuh 5 hingga 7 Detik! Begini Cara Masak Daging Shabu-Shabu agar Tetap Empuk
-
Manfaatkan Situasi Toko Tutup, Kepala Minimarket di Cikande Coba Perkosa Kasir di Gudang