Bola / Bola Indonesia
Kamis, 27 November 2025 | 17:37 WIB
Ong Kim Swee (Ileague)
Baca 10 detik
  • Persik Kediri menang 2-1 atas Semen Padang, raih kemenangan perdananya setelah enam laga.

  • Gol dicetak oleh Jose Enrique dan Ezra Walian; Semen Padang masih di dasar klasemen.

  • Kompetisi Liga 1 jeda karena SEA Games 2025, dilanjutkan bulan Desember.

Suara.com - Persik Kediri akhirnya mencicipi kembali rasa kemenangan setelah penantian panjang dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026.

Klub asal Kediri tersebut berhasil mengamankan tripoin krusial saat menjamu Kabau Sirah dengan skor tipis 2-1.

Pertandingan tersebut menjadi saksi kemenangan perdana bagi Persik dalam enam pertandingan terakhir yang mereka jalani.

Tiga angka tambahan ini memastikan Persik langsung melompat ke urutan kesebelas di papan klasemen sementara, kini mengumpulkan 15 poin.

Sejak menit-menit awal, Persik yang bermain di kandang sendiri langsung menunjukkan inisiatif serangan yang terstruktur.

Gelandang serang asal Spanyol, Jose Enrique, membuka keunggulan tim tuan rumah pada menit ke-16 melalui eksekusi yang cermat.

Tidak berselang lama, tepatnya pada menit ke-34, penyerang naturalisasi Ezra Walian menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Kedua gol cepat di babak pertama menjadi modal berharga bagi skuad Macan Putih untuk mengendalikan jalannya pertandingan.

Di balik euforia kemenangan, pertandingan ini sekaligus menjadi perpisahan dengan pelatih kepala, Ong Kim Swee.

Baca Juga: Kembali ke Malaysia, Ong Kim Swee Resmi Berpisah dengan Persik Kediri

Semen Padang harus berjuang keras sepanjang babak pertama untuk membendung gelombang serangan dari tim tuan rumah.

Lini tengah Persik yang diisi oleh Imanol Garcia dan Krisna Baytu Otto tampak solid dalam mendistribusikan bola.

Memasuki babak kedua, Semen Padang bangkit dan meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan skor yang cukup signifikan.

Kiper Persik, Leo Navacchio, tampil sangat impresif dengan mementahkan serangkaian peluang emas dari tim tamu.

Aksi penyelamatan gemilang dari penjaga gawang asal Brasil itu terbukti menjadi tembok pertahanan terakhir yang kokoh bagi Macan Putih.

Tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol yang dicetak oleh Samuel Simanjuntak pada menit ke-77.

Meskipun demikian, Persik sukses meredam tekanan di sisa waktu normal dan mengamankan keunggulan 2-1 hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan pemain Persik yang menggunakan formasi 4-2-3-1 terbukti efektif meredam perlawanan tim tamu.

Kekalahan di Kediri ini menambah daftar panjang hasil minor yang diderita oleh Semen Padang musim ini.

Kabau Sirah kini telah menelan kekalahan kesepuluh dari total 13 pertandingan yang sudah mereka lakoni.

Dengan hanya mengumpulkan tujuh nilai, Semen Padang masih terperosok di posisi paling dasar klasemen sementara Liga 1.

Kondisi ini memerlukan evaluasi serius bagi tim pelatih dan manajemen untuk segera memperbaiki performa tim.

Setelah pertandingan ini, kompetisi Liga 1 akan memasuki masa jeda panjang terkait pelaksanaan SEA Games 2025.

Persik Kediri dijadwalkan kembali berlaga pada 21 Desember melawan Persita Tangerang di laga berikutnya.

Sementara itu, Semen Padang akan berhadapan dengan tim kuat Persija Jakarta sehari setelahnya, pada 22 Desember.

Laga-laga setelah jeda panjang menjadi tantangan besar bagi kedua tim untuk menjaga momentum dan kebugaran pemain.

Dalam pertandingan tersebut, Persik Kediri menurunkan formasi dengan: Leo Navacchio; Henhen Herdiana, Lucas Moreira, Khurshidbek Mukhtorov, Yusuf Meilana Burhani; Imanol Garcia, Krisna Baytu Otto, Williams Lugo; Pedro Matos, Ezra Walian; Jose Enrique.

Di sisi lain, Semen Padang tampil dengan formasi 4-3-3, yakni: Arthur Augusto; Leo Guntara, Angelo Meneses, Ricky Ariansyah, Rui Rampa; Alhassan Wakaso, Pedro Matos, Rosad Setiawan; Abrizal Umanailo, Armando Oropa, Cornelius Stewart.

Load More