Bola / Liga Spanyol
Minggu, 30 November 2025 | 19:28 WIB
Hasil Drawing Liga Champions: Real Madrid Jumpa City, Liverpool hingga Juventus [@realmadrid]
Baca 10 detik
  • Hubungan Vinicius Junior dan Xabi Alonso membaik, ditandai salam hangat pasca pertandingan Liga Champions melawan Olympiakos.
  • Kylian Mbappe menekankan pentingnya kesatuan tim menyusul pertanyaan media mengenai dinamika antara Alonso dan para pemain bintang.
  • Alonso kini memberi kebebasan ofensif lebih besar pada lini depan, menghasilkan serangan eksplosif namun pertahanan tim lebih rapuh.

Suara.com - Hubungan panas antara Xabi Alonso dan Vinicius Junior memasuki babak baru. Hanya sebulan setelah melontarkan kemarahan dan mengisyaratkan hengkang, Vinicius kini terlihat kembali akrab dengan sang pelatih.

Momen salam hangat dan tepukan di punggung dari Alonso saat bintang Brasil itu ditarik keluar menjadi simbol perdamaian di internal Real Madrid.

Langkah damai itu tidak hanya terlihat di lapangan.

Setelah kemenangan dramatis 4-3 atas Olympiakos di Liga Champions, Kylian Mbappe menjelaskan pentingnya menjaga kesatuan tim.

“Kita harus saling melindungi, termasuk melindungi pelatih,” ujar Mbappe.

Pernyataan itu datang setelah Alonso beberapa hari terakhir dihujani pertanyaan soal hubungannya dengan para pemain, terutama dengan Vinicius dan Fede Valverde.

Melihat situasi yang mulai mereda, Valverde turut memposting di media sosial bahwa skuad kini “lebih bersatu dari sebelumnya”.

Berbagai media olahraga Spanyol juga melaporkan adanya perubahan sikap Alonso di ruang ganti, yang disebut lebih terbuka, komunikatif, dan mau mendengar pemain.

Di lapangan, perubahan itu terlihat jelas. Untuk pertama kalinya musim ini, kerja sama Vinicius–Mbappe benar-benar impresif.

Baca Juga: Rumor Bursa Transfer: Harry Kane Ogah ke Barca, Serhou Guirassy Dibidik Real Madrid

Mbappe mencetak hattrick tujuh menit, sedangkan Vinicius tampil tak terbendung di sisi kiri.

Alonso yang sebelumnya terkenal dengan filosofi permainan terstruktur dan penguasaan bola kini tampak memberikan kebebasan ofensif lebih besar kepada lini depan.

Dampaknya, Madrid terlihat lebih eksplosif, tetapi juga lebih rapuh.

Dalam laga kontra Olympiakos, terlihat jelas bahwa beberapa pemain menyerang tidak berkontribusi banyak di fase bertahan. Untuk pertama kalinya musim ini, Vinicius tidak mencatat tekel, duel, atau intersepsi.

Kembalinya para bek cedera seperti Militao, Rüdiger, dan Huijsen nantinya diharapkan dapat menutup celah defensif ini.

Namun untuk saat ini, Madrid berada dalam fase transisi yang rapuh, serangan mematikan, pertahanan keropos.

Load More