-
Mehdi Taremi memilih tinggalkan Olympiakos demi bergabung dengan komando militer negara Iran.
-
Ketegangan militer meningkat drastis setelah serangan Amerika Serikat menewaskan pemimpin tertinggi Iran.
-
Partisipasi Taremi di Piala Dunia 2026 terancam batal karena masalah visa Amerika Serikat.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola internasional mengenai keputusan besar penyerang senior Mehdi Taremi.
Mantan juru gedor Inter Milan tersebut dilaporkan sangat berhasrat untuk segera kembali ke tanah kelahirannya.
Langkah ini diambil Taremi menyusul ketegangan bersenjata yang melibatkan Iran dengan pihak Amerika Serikat dan Israel.
Situasi geopolitik di Timur Tengah tersebut memanas setelah terjadi serangan masif pada akhir pekan yang lalu.
Kejadian itu mengakibatkan gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat gempuran militer lawan.
Krisis hebat di Iran tersebut akhirnya memicu insting patriotisme di dalam diri seorang Mehdi Taremi.
Media asal Turki, Haberler, mengabarkan bahwa sang pemain sudah berkomunikasi dengan jajaran manajemen klubnya, Olympiakos.
Taremi menyampaikan keinginan kuatnya untuk menyudahi sementara karier sepak bolanya di Yunani demi alasan keamanan negara.
Meskipun saat ini ia sedang menjadi idola baru, panggilan untuk membela tanah air jauh lebih kuat.
Baca Juga: Apakah Selat Hormuz Penting Bagi Amerika Serikat?
Pemain berusia 33 tahun itu merasa tidak bisa tinggal diam melihat kondisi negaranya yang sedang darurat.
Upaya Taremi untuk pulang ternyata sempat mendapatkan rintangan dari otoritas sepak bola di negaranya sendiri.
Para pengurus Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sebenarnya telah memberikan saran agar sang striker tetap di Yunani.
Namun, Taremi tetap bersikeras untuk bergabung dengan pasukan komando militer dan siap mengangkat senjata di medan laga.
Ia menolak untuk hanya menonton penderitaan rakyatnya melalui layar kaca dari kejauhan di benua Eropa.
Tekadnya sudah bulat untuk meninggalkan lapangan hijau dan berganti mengenakan seragam loreng prajurit militer Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG
-
Sama-Sama Kasual, Ini Perbedaan Sandal Gunung dan Sandal Pantai yang Perlu Kamu Tahu
-
Tinted Sunscreen Mengandung Niacinamide dan Ceramide Apa Ada? Ini Rekomendasinya
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, P2G Soroti Risiko Redistribusi Tak Akurat
-
9 Rekomendasi Sunscreen Cegah Flek Hitam untuk Pria
-
Netizen Vietnam Menyeramkan! PSSI Turun Tangan Lindungi Justin Hubner dan Keluarga
-
Anggaran Pendidikan Naik Rp50,9 Triliun, SD-SMP Gratis Harus Segera Direalisasikan!
-
Bikin Murka Publik! Tampang Ajudan Gubernur Maluku Serka La Rahimu yang Hina Monyet ke Mahasiswa
-
Pertalite Belum Dibatasi, Bahlil: Masih Dikaji untuk Sasar Orang Kaya
-
Saham BYAN Anjlok Parah Usai Isu Akusisi Dibantah Manajemen