- Pelatih Hansi Flick nyaris menangis setelah Barcelona mengalahkan Alaves 3-1 di Nou Camp, Minggu (30/11).
- Kemenangan tersebut menempatkan Barcelona di puncak klasemen LaLiga, unggul dua poin dari Real Madrid.
- Raphinha memberikan kontribusi penting dengan membawa dinamisme dan intensitas baru bagi permainan tim.
Suara.com - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tampak hampir meneteskan air mata usai timnya menang 3-1 atas Alaves di Nou Camp yang baru dibuka kembali, Minggu (30/11).
Momen emosional itu tertangkap kamera ketika winger Raphinha menghampirinya untuk memberi pelukan dan kata-kata penghiburan.
Kemenangan tersebut membawa Barcelona naik ke puncak klasemen LaLiga, unggul dua poin dari Real Madrid yang masih menyimpan satu laga.
Namun ekspresi Flick justru menunjukkan tekanan besar yang ia rasakan, bukan euforia seperti para pendukung di stadion.
Barcelona sempat dikejutkan oleh gol Alaves di detik ke-60 pertandingan. Namun Lamine Yamal dan dua gol Dani Olmo memastikan Blaugrana mengamankan tiga poin.
Meski menang, Flick tampak duduk lesu di tepi lapangan saat laga usai. Raphinha lalu mendekatinya, menenangkan sang pelatih yang terlihat berkaca-kaca.
Ditanya soal momen itu, Flick mengungkapkan isi percakapan mereka.
“Setelah pertandingan, Raphinha mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya: Kita akan meningkat. Kita akan jauh lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Flick seperti dilansir dari Talksport.
Raphinha kembali menjadi starter untuk pertama kalinya sejak September dan langsung memberikan dampak. Ia menyumbang assist untuk gol pertama Dani Olmo serta membawa dinamika baru dalam permainan Barca.
Baca Juga: Barcelona Menang 3-1 atas Alaves, Raphinha Malah Kecewa, Kok Bisa?
Flick menegaskan bahwa kehadiran pemain asal Brasil itu sangat krusial.
“Raphinha memberi kami dinamisme. Kami merindukannya. Dia penting karena membawa intensitas,”
“Saat dia mulai melakukan pressing, semua pemain ikut bergerak. Sangat penting dia kembali.”
Raphinha pun mengakui bahwa dirinya kerap menjadi sosok yang “menyebalkan” bagi rekan setimnya karena tuntutannya yang tinggi.
“Kadang saya merasa mengganggu, tapi itu penting. Saya menuntut lebih dari pemain yang saya tahu punya kemampuan,” ujarnya.
“Kalau harus ada orang yang menyebalkan di ruang ganti, biarlah itu saya.”
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Barcelona Menang 3-1 atas Alaves, Raphinha Malah Kecewa, Kok Bisa?
-
Cerita Miris Wojciech Szczesny, Main di Barcelona Tak Digaji, Duit Diambil Juventus
-
Rumor Bursa Transfer: Harry Kane Ogah ke Barca, Serhou Guirassy Dibidik Real Madrid
-
Kiper Chelsea Olok-olok Lamine Yamal Usai Dikantongi oleh Cucurella
-
Cetak Gol ke Gawang Barcelona, Liam Delap Anggap Mimpi Jadi Nyata
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Ngeri! Aksi Brutal Antonio Rudiger kepada Bek Getafe Dicap Percobaan Pembunuhan
-
Soroti Kepemimpinan Wasit, Marc Klok Sebut Persib Harusnya Menang atas Persebaya
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Joan Laporta Lolos dari Lubang Jarum! Hakim Tolak Tuduhan Pencucian Uang
-
Fred Grim di Ujung Tanduk! Maarten Paes Cs Bakal Dapat Pelatih Baru, Siapa Dia?
-
Musim Depan Mees Hilgers Berpeluang Dilatih Mantan Pelatih Dean James
-
Ramadan 2026, Mesut Ozil Perbanyak Tilawah dan Jalankan Pesan Ibunda Bantu Pengungsi
-
Pemain Keturunan Indonesia Grade A Ngarep Musim Depan Bisa Setim dengan Maarten Paes
-
Jurang Finansial Menganga! Barcelona Tinggalkan Rival, Levante Terpuruk
-
Pundit Jerman: Kevin Diks Kapten Masa Depan Borussia Monchengladbach