Bola / Liga Spanyol
Minggu, 30 November 2025 | 22:32 WIB
Wajah Tertekan Hansi Flick Usai Barcelona Pesta Gol, Ada Masalah Apa? [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pelatih Hansi Flick nyaris menangis setelah Barcelona mengalahkan Alaves 3-1 di Nou Camp, Minggu (30/11).
  • Kemenangan tersebut menempatkan Barcelona di puncak klasemen LaLiga, unggul dua poin dari Real Madrid.
  • Raphinha memberikan kontribusi penting dengan membawa dinamisme dan intensitas baru bagi permainan tim.

Suara.com - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tampak hampir meneteskan air mata usai timnya menang 3-1 atas Alaves di Nou Camp yang baru dibuka kembali, Minggu (30/11).

Momen emosional itu tertangkap kamera ketika winger Raphinha menghampirinya untuk memberi pelukan dan kata-kata penghiburan.

Kemenangan tersebut membawa Barcelona naik ke puncak klasemen LaLiga, unggul dua poin dari Real Madrid yang masih menyimpan satu laga.

Namun ekspresi Flick justru menunjukkan tekanan besar yang ia rasakan, bukan euforia seperti para pendukung di stadion.

Barcelona sempat dikejutkan oleh gol Alaves di detik ke-60 pertandingan. Namun Lamine Yamal dan dua gol Dani Olmo memastikan Blaugrana mengamankan tiga poin.

Meski menang, Flick tampak duduk lesu di tepi lapangan saat laga usai. Raphinha lalu mendekatinya, menenangkan sang pelatih yang terlihat berkaca-kaca.

Ditanya soal momen itu, Flick mengungkapkan isi percakapan mereka.

“Setelah pertandingan, Raphinha mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya: Kita akan meningkat. Kita akan jauh lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Flick seperti dilansir dari Talksport.

Raphinha kembali menjadi starter untuk pertama kalinya sejak September dan langsung memberikan dampak. Ia menyumbang assist untuk gol pertama Dani Olmo serta membawa dinamika baru dalam permainan Barca.

Baca Juga: Barcelona Menang 3-1 atas Alaves, Raphinha Malah Kecewa, Kok Bisa?

Flick menegaskan bahwa kehadiran pemain asal Brasil itu sangat krusial.

“Raphinha memberi kami dinamisme. Kami merindukannya. Dia penting karena membawa intensitas,”

“Saat dia mulai melakukan pressing, semua pemain ikut bergerak. Sangat penting dia kembali.”

Raphinha pun mengakui bahwa dirinya kerap menjadi sosok yang “menyebalkan” bagi rekan setimnya karena tuntutannya yang tinggi.

“Kadang saya merasa mengganggu, tapi itu penting. Saya menuntut lebih dari pemain yang saya tahu punya kemampuan,” ujarnya.
“Kalau harus ada orang yang menyebalkan di ruang ganti, biarlah itu saya.”

Kontributor: M.Faqih

Load More