-
Van Bronckhorst dan Herdman kandidat kuat pelatih baru Timnas.
-
Gio unggul trofi, Herdman unggul pengalaman di timnas.
-
PSSI harus pilih juara klub atau spesialis kebangkitan timnas.
Beberapa kali, tim yang berada di bawah asuhannya menunjukkan grafik penurunan intensitas, yang berujung pada berakhirnya masa jabatan lebih cepat.
Data historis menunjukkan bahwa tren negatif menjadi alasan utama sebagian besar karier melatihnya berakhir dengan pemecatan.
Selain itu, ia belum pernah menempati posisi pelatih kepala atau asisten di level tim nasional, sebuah pengalaman yang bisa menjadi pertimbangan krusial bagi federasi.
Kontras dengan koleksi trofi Van Bronckhorst, John Herdman justru menonjol berkat keahliannya dalam meningkatkan kinerja dan membawa kebangkitan tim nasional.
Awal karier Herdman di kancah internasional dimulai dengan memimpin tim putri Selandia Baru sebelum akhirnya pindah untuk menukangi tim putri Kanada dengan catatan apik.
Puncak kariernya adalah ketika ia memimpin tim putra Kanada, berhasil membawa negara tersebut lolos ke Piala Dunia setelah penantian panjang selama 36 tahun pada tahun 2022.
Selama periode lima tahunnya bersama Kanada, Herdman mencatat statistik impresif dengan 36 kemenangan, 7 hasil imbang, dan hanya 15 kekalahan.
Angka-angka tersebut menegaskan kestabilan dan efektivitas struktur permainan yang berhasil ia tanamkan pada timnas.
Dalam konteks taktik, Herdman mengandalkan fondasi formasi 3-4-3 yang bisa berubah menjadi 4-4-2 atau 4-2-3-1 ketika fase bertahan.
Baca Juga: Timur Kapadze Batal ke Timnas Indonesia, Media Uzbekistan Bongkar Tawaran PSSI yang Tak Sesuai
Skema permainannya bertumpu pada pembangunan serangan dari gelandang bertahan yang menjemput bola, lalu mengalirkan bola dengan cepat ke dua penyerang sayap.
Kedua kandidat pelatih, Giovanni Van Bronckhorst dan John Herdman, menawarkan dua cetak biru kepelatihan yang benar-benar berlawanan bagi PSSI.
Van Bronckhorst menghadirkan keunggulan berupa deretan trofi, pengalaman di klub besar, serta pendekatan taktik yang sejalan dengan gaya bermain Indonesia saat ini.
Risiko yang menyertainya adalah isu inkonsistensi performa dan minimnya pengalaman di panggung kepelatihan tim nasional.
Di sisi lain, John Herdman menyajikan rekam jejak yang kuat dalam menata tim nasional dengan taktik yang modern, fleksibel, dan berbasis pada transisi.
Kekurangannya adalah absennya trofi dan keraguan atas kemampuannya di level klub, seperti yang terlihat di Toronto FC.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Hasil Derby Manchester: Debut Manis Carrick, Manchester United Menang Mutlak Atas City
-
Bukan Sekadar Bagi Hadiah, Ini Tujuan Kevin Diks untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Nge-Jokes 1+1=2 yang Viral, Akun Bali United Kena Sentil: Gak Ada Kerjaan Ya?
-
Manchester City dan Chelsea Saling Sikut untuk Rekrut Pemain Keturunan Filipina
-
Zidane Ungkap Kunci Taklukan Ruang Ganti Real Madrid: Pelatih Wajib Diterima Pemain
-
Patrick Kluivert Gagal Dapat Kerjaan Baru, Tunisia Jatuhkan Pilihan kepada Sabri Lamouchi
-
Tak Gentar Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vietnam Tegaskan Status Juara Bertahan
-
Sesaat Lagi Kick Off! Link Streaming dan Susunan Pemain Manchester United vs Manchester City
-
Kabar Duka dari Serie A Italia: Presiden Fiorentina Meninggal Dunia
-
Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Berapa Ranking FIFA Yunani?