-
AC Milan incar bek Sassuolo Jay Idzes solusi krisis pertahanan Januari 2026.
-
Idzes superior duel udara, potensi duet bek ideal dengan Tomori di Milan.
-
Transfer Idzes akan berikan fleksibilitas taktik penting bagi pelatih Allegri.
Suara.com - Kabar mengejutkan mengguncang Serie A menyusul spekulasi intens yang mengaitkan AC Milan dengan Jay Idzes, seorang bek tengah tangguh yang kini berseragam Sassuolo.
Manajemen Rossoneri sangat memerlukan tambahan personel baru di jantung pertahanan mengingat kedalaman skuad yang saat ini sangat minim.
Skuad utama Milan saat ini hanya mengandalkan empat pemain belakang inti, membuat opsi rotasi menjadi hal yang mendesak untuk diatasi.
Pelatih berpengalaman, Massimiliano Allegri, telah menyusun daftar sejumlah target potensial untuk didatangkan dalam bursa transfer mendatang.
Namun, nama Jay Idzes muncul sebagai kandidat paling menarik perhatian berkat konsistensi performanya yang solid bersama tim Neroverdi.
Desas-desus mengenai potensi kedatangan pemain berdarah Indonesia ini pada Januari 2026 sontak menarik perhatian besar dari penggemar sepak bola, terutama dari pendukung Timnas Indonesia.
Apabila transfer Idzes benar-benar terealisasi, formasi lini belakang Milan diprediksi akan mengalami perombakan yang signifikan dan mendasar.
Dalam skema andalan tiga bek, sektor pertahanan kanan Milan sering diisi oleh Fikayo Tomori sebagai pilar utama.
Sementara itu, Matteo Gabbia umumnya menempati posisi bek tengah sentral, dengan Strahinja Pavlovic yang bertugas mengisi sektor kiri pertahanan.
Baca Juga: Rekor Pertemuan Timnas Indonesia U-22 vs Filipina, Garuda Muda Punya Kenangan Manis
Masuknya Idzes ke dalam tim berpotensi menggeser posisi Tomori dari peran bek kanan sentral yang selama ini dipegangnya.
Menurut analisis mendalam dari platform data Fotmob, Idzes memiliki keunggulan yang nyata dalam duel udara jika dibandingkan dengan Tomori.
Meskipun demikian, Tomori tetap unggul mutlak dalam aspek distribusi bola dan kemampuan memulai serangan dari lini belakang.
Dalam formasi empat bek yang lebih tradisional, Idzes telah menunjukkan adaptabilitas tinggi untuk bermain sebagai bek tengah kiri maupun kanan.
Kemampuan bermain di berbagai posisi ini juga ia tunjukkan secara tanpa kesulitan saat memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Kaki kanan yang dominan menjadi faktor utama yang memudahkannya beradaptasi dan tampil efektif di kedua sisi pertahanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti