- Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, memilih fokus pada aspek yang dapat dikontrol timnas, bukan hasil laga Vietnam versus Malaysia.
- Kekalahan 0-1 dari Filipina membuat posisi Indonesia di Grup C terancam gagal melaju ke semifinal SEA Games 2025.
- Kegagalan ini bisa menjadi kemunduran pertama sejak 2009, mengancam target medali perak yang ditetapkan Menpora.
Suara.com - Wakil Ketua Umum PSSI II, Ratu Tisha, enggan terlalu menyoroti peluang 'main mata' antara Vietnam dan Malaysia demi mengakhiri laga dengan hasil imbang pada laga fase grup SEA Games 2025.
Seperti diketahui, skuad asuhan Indra Sjafri takluk 0-1 dari Filipina pada pertandingan Grup C yang digelar di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai. Hasil ini membuat posisi Garuda terancam.
Timnas Indonesia U-22 masih punya pertandingan terakhir melawan Myanmar, tetapi berapapun skor kemenangan akan percuma jika hasil antara Vietnam vs Malaysia imbang.
Namun, ketika ditanya apakah PSSI khawatir dengan potensi tersebut, Tisha menegaskan bahwa fokus utama federasi adalah pada hal-hal yang berada dalam kendali mereka.
"Apa yang menjadi kondisi yang bisa kita kontrol, kita akan kontrol," ujar Ratu Tisha.
"Kita kan pelaku ya, kita bukan fans, kita bukan di area komentator, kami ini sebetulnya pelaku. Apa yang menjadi kondisi yang bisa kita kontrol, kita akan kontrol," lanjutnya.
"Kondisi yang akan kita kontrol itu apa? Teknik pelatihan kita, evaluasi kita, cara bermain kita, analisa tim lawannya kita, dan lain sebagainya. Jadi kita fokus dan konsentrasi kepada pertandingan kita," ungkap wanita 39 tahun tersebut.
Potensi Gagal ke Semifinal untuk Pertama Kali Sejak 2009
Jika Indonesia gagal mengamankan tiket semifinal, hal itu menjadi kemunduran besar. Terakhir kali Garuda Muda tersingkir di fase grup terjadi pada SEA Games 2009 di Vientiane, Kamboja, ketika mereka menutup kompetisi sebagai juru kunci Grup B dengan hanya satu poin.
Baca Juga: Pesan Ratu Tisha untuk Timnas Indonesia U-22: Berbenah, Hadapi, Menangkan!
Sejak saat itu, Indonesia selalu tampil di babak semifinal selama tujuh edisi berturut-turut. Dari sederet penampilan tersebut, empat di antaranya berhasil mencapai final, termasuk edisi 2023 di Phnom Penh, Kamboja, ketika Indonesia meraih medali emas di bawah komando pelatih yang sama, Indra Sjafri.
Situasi musim ini membuat Indonesia berada di ambang pulang kampung tanpa meraih satu pun medali. Selain berpotensi kehilangan kesempatan mempertahankan medali emas, hasil ini juga membuat target meraih medali perak yang ditetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, terancam gagal dipenuhi.
Dengan pertandingan terakhir kontra Myanmar pada Jumat (12/12) menjadi satu-satunya harapan tersisa, Garuda Muda harus menang dengan selisih gol meyakinkan sembari berharap hasil pertandingan lain mendukung. Namun apa pun skenarionya, Tisha menegaskan bahwa tim harus menjaga fokus hingga laga terakhir.
(Antara)
Berita Terkait
-
Pesan Ratu Tisha untuk Timnas Indonesia U-22: Berbenah, Hadapi, Menangkan!
-
Nova Arianto Minta Timnas Indonesia U-22 Tetap Yakin Lolos ke Semifinal SEA Games 2025
-
Timnas Putri Indonesia Lolos ke Semifinal SEA Games 2025, Hadapi Juara Grup B
-
Kritik Greg Nwokolo ke Indra Sjafri Jadi Sorotan Internasional, Ada Apa?
-
Indra Sjafri Disorot Usai Juara Bertahan Tumbang, Pilih Acuhkan Sindiran Publik
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
MLSC Samarinda Ramai Peminat, Borneo FC Segera Buka Akademi Sepak Bola Putri
-
Eliano Reijnders Menghilang di Latihan Persib, Bojan Hodak Buka Suara
-
Jelang Undian Grup Piala Asia 2027: Thailand Kasih Isyarat Takut Timnas Indonesia
-
Pembuktian Sang Mantan! Cahya Supriadi Dipuji Pelatih PSIM usai Bikin Frustrasi Persija
-
Jadwal Super League Pekan ke-30: Laga Krusial Perburuan Gelar Persib dan Borneo FC
-
Disepelekan dalam Perburuan Juara, Pelatih Borneo FC: Kami Bukan Tim Musiman
-
Thom Haye hingga Marc Klok Latihan Terpisah Jelang Persib vs Bhayangkara FC, Kenapa?
-
Persija Tumpul Lawan PSIM, Mauricio Souza Kritik Penyelesaian Akhir Timnya
-
Persib Mandul Lawan Arema FC, Bojan Hodak Nyinyir 'Puji' Kiper Lawan
-
Klasemen BRI Super League: Borneo FC Samai Perolehan Poin Persib Bandung, Persaingan Makin Sengit