- PSSI gagal mendapatkan pelatih Timnas Indonesia karena John Heitinga menolak proposal pengganti Patrick Kluivert.
- Heitinga, yang baru dipecat Ajax, diduga menolak karena berhati-hati pasca kegagalan kariernya.
- Kini kursi pelatih Timnas Indonesia kembali kosong setelah Heitinga menolak tawaran PSSI tersebut.
Suara.com - Upaya PSSI mencari pelatih baru untuk Timnas Indonesia kembali menemui jalan buntu. John Heitinga, pelatih asal Belanda yang baru saja dipecat Ajax, dilaporkan menolak untuk jadi pengganti Patrick Kluivert.
Informasi ini disampaikan jurnalis Mounir Boualin dari Soccernews yang menyebut bahwa Heitinga sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk menghidupkan kembali kariernya, tetapi memilih mundur.
Setelah pemecatan Patrick Kluivert usai kegagalan Indonesia merebut tiket Piala Dunia 2026, PSSI bergerak cepat mencari sosok pelatih baru.
Nama Heitinga langsung masuk radar federasi, didukung rekam jejaknya yang pernah menjadi asisten pelatih di West Ham United dan Liverpool.
PSSI memandang Heitinga sebagai figur potensial untuk membangun ulang tim. Namun, menurut laporan Boualin, Heitinga menolak proposal tersebut.
Lantas apa alasan Heitinga menolak tawaran PSSI untuk jadi pelatih Timnas Indonesia?
Menurut laporan voetbalzone, kegagalan saat melatih Ajax Amsterdam diduga jadi alasan Heitinga menolak tawaran PSSI.
"Situasi ini diyakini membuat Heitinga memilih berhati-hati sebelum mengambil pekerjaan baru,"
"Menerima posisi pelatih tim nasional Indonesia dalam kondisi karier yang tengah goyah mungkin dinilai terlalu berisiko bagi pelatih berusia 42 tahun tersebut," ulas media Belanda itu.
Baca Juga: Breaking News! John Heitinga Tolak Tawaran Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Indonesia kini kembali ke titik awal dalam pencarian pelatih baru. Dengan mundurnya Heitinga dan keluarnya Kluivert beserta para asistennya, kursi pelatih Timnas Indonesia kembali kosong.
PSSI tampaknya masih menaruh minat besar pada pelatih berpaspor Belanda.
Hal ini wajar mengingat banyaknya pemain keturunan Indonesia-Belanda dalam skuad Garuda serta kesuksesan gaya sepak bola Belanda yang pernah memberi warna positif di masa lalu.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Breaking News! John Heitinga Tolak Tawaran Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Bisa Tersingkir Tanpa Main, Nasib Timnas Indonesia U-22 di SEA Games Ditentukan Hari Ini
-
Fokus Timnas Indonesia U-22, Ratu Tisha Tak Pedulikan Potensi 'Main Mata' antara Vietnam vs Malaysia
-
Pesan Ratu Tisha untuk Timnas Indonesia U-22: Berbenah, Hadapi, Menangkan!
-
Nova Arianto Minta Timnas Indonesia U-22 Tetap Yakin Lolos ke Semifinal SEA Games 2025
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
BRI Super League: Ini Hasil Laga Sengit PSIM Yogyakarta vs Persijap Jepara
-
Salah Stadion! Niat Nonton Barcelona Lawan Newcastle, Fans Blaugrana Tersesat Sejauh 589 Km
-
Semangat Miliano Jonathans! Terancam Absen hingga Pertengahan Musim Depan
-
Bangga Dipanggil Timnas Indonesia, Marc Klok Siap Kerja Keras
-
Pemain Keturunan Indonesia Cuma Bisa Melongo Lihat Bayern Munich Pesta 6 Gol ke Gawang Atalanta
-
3 Aspek yang Bikin Ezra Walian Layak Bela Timnas Indonesia
-
Hasil Simulasi: Ini Syarat Mutlak Persija Bisa Juara Super League Musim Ini
-
Jelang Bentrok Liga Champions, PSG Goda Bintang Chelsea Enzo Fernandez
-
Ditanya Apa Bertahan di Atletio Madrid Musim Depan, Julian Alvarez: Maybe Yes, Maybe No
-
Ketua Federasi Iran: Pemain Kami Diculik Sebelum Dikasih Visa dari Australia