- PSG meraih sextuple bersejarah setelah menjuarai Piala Interkontinental 2025 mengalahkan Flamengo lewat adu penalti.
- Final Piala Interkontinental 2025 diselenggarakan di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar, pada Kamis dini hari WIB.
- Kemenangan PSG ditentukan lewat adu penalti 2-1, setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga babak tambahan usai.
Suara.com - PSG menorehkan sejarah gemilang dengan meraih enam trofi dalam satu musim atau sextuple setelah menjuarai Piala Interkontinental 2025.
Klub raksasa Prancis itu keluar sebagai kampiun usai menundukkan wakil Brasil, Flamengo, lewat drama adu penalti dengan skor 2-1.
Final Piala Interkontinental 2025 digelar di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Doha, Qatar, Kamis dini hari WIB.
Kedua tim bermain sengit dan harus menyelesaikan laga hingga adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan sampai waktu normal dan babak tambahan.
PSG sejatinya sempat mencetak gol lebih awal melalui Fabian Ruiz pada menit ke-18.
Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan bola telah keluar lapangan sebelum proses gol terjadi.
Tim asuhan Luis Enrique akhirnya benar-benar membuka keunggulan pada menit ke-38 lewat aksi Khvicha Kvaratskhelia.
Winger asal Georgia itu memanfaatkan bola liar hasil umpan Desire Doue yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Flamengo, Agustin Rossi. Skor 1-0 untuk PSG bertahan hingga turun minum.
Flamengo tampil lebih agresif di babak kedua dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-62.
Baca Juga: Jadwal dan Link Streaming PSG vs Flamengo Malam Ini: Adu Gengsi Eropa Lawan Samba Brasil
Wasit menunjuk titik putih setelah Marquinhos melanggar Giorgian De Arrascaeta di kotak penalti.
Jorginho yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Hingga waktu normal berakhir, kedua tim gagal menambah gol.
Pada babak tambahan, PSG tampil menekan dan hampir mencetak gol penentu melalui Quentin Ndjantou pada menit ke-107, namun sepakannya hanya membentur tiang gawang.
Peluang dari Ousmane Dembele dan Nuno Mendes juga belum membuahkan hasil, sehingga laga harus ditentukan melalui adu penalti.
Kiper PSG Matvei Safonov ampil sebagai pahlawan. Penjaga gawang asal Rusia itu sukses menggagalkan empat eksekusi penalti pemain Flamengo.
Berita Terkait
-
Jadwal dan Link Streaming PSG vs Flamengo Malam Ini: Adu Gengsi Eropa Lawan Samba Brasil
-
PSG Bidik Sejarah Lawan Flamengo, Ajang Pembuktian Luis Enrique Tanpa Dembele
-
Ada Lamine Yamal dan Cole Palmer, Ini Daftar 11 Permain Terbaik FIFA 2025
-
Sah, PSG Dijatuhi Hukuman Bayar Rp1,1 Triliun ke Kylian Mbappe
-
Prediksi PSG vs Flamengo: Siapa Juara Dunia, Les Parisiens atau Rubro Negro?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
Terkini
-
Sumber: Mauro Zijlstra Dikontrak Persija Jakarta 2,5 Tahun
-
Thom Haye Meledak ke Wasit, Bojan Hodak Buka Suara
-
Berapa Biaya Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta
-
Selamat Tinggal FC Volendam? Mauro Zijlstra Mendekat ke Persija Jakarta
-
Debut Belum Ideal, Shayne Pattynama Siap Buktikan Kualitas di Persija
-
Aksi Jay Idzes Sapu Bola di Garis Gawang Bikin Fabio Grosso Puji Mentalitas Skuad Sassuolo
-
Deretan Fakta Menarik saat Liverpool Gulung Newcastle 4-1: Comeback The Reds, Rekor Salah Pecah
-
Lama Jadi Isu Kuat, 5 Pemain Keturunan Indonesia Menunggu Naturalisasi Era John Herdman
-
Alasan Persija Jakarta Tak Buru-buru Mainkan Shayne Pattynama sebagai Starter
-
Dulu Dida Sekarang Emil Audero: Oknum Superter Inter 'Hobi' Serang Kiper dengan Flare