-
Greg Nwokolo kritik penurunan performa Timnas Indonesia yang dianggap mundur setelah gagal berprestasi.
-
Kegagalan di SEA Games 2025 menjadi puncak kekecewaan atas prestasi buruk sepak bola nasional.
-
PSSI disarankan mencari pelatih yang fokus pada hasil nyata bukan sekadar proses panjang lagi.
Suara.com - Kekecewaan mendalam menyelimuti hati mantan pemain Timnas Indonesia Greg Nwokolo terkait performa skuad Garuda baru-baru ini di SEA Games 2025.
Pemain naturalisasi ini memberikan pandangannya saat menghadiri acara malam penghargaan Santini JMTV Awards 2025 di Jakarta.
Kegagalan tim nasional dalam berbagai ajang bergengsi sepanjang tahun ini menjadi pemicu munculnya keresahan dari pria tersebut.
Ia menilai bahwa perkembangan sepak bola Indonesia saat ini justru sedang mengalami fase penurunan yang sangat disayangkan.
Pandangan ini muncul setelah melihat kenyataan pahit yang menimpa tim nasional U22 di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Langkah timnas U22 Indonesia harus terhenti lebih awal karena tidak mampu menembus babak semifinal kompetisi tersebut.
Posisi runner-up di Grup C tidak cukup membawa mereka lolos karena kalah bersaing dengan Filipina yang memimpin.
Nestapa sepak bola tanah air sebelumnya juga terasa ketika tim nasional gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Tidak berhenti di situ harapan publik juga sempat pupus karena kegagalan lolos ke putaran Piala Asia U-23 2026.
Baca Juga: Tidak 'One Man Show', Pengamat Berharap Pemilihan Pelatih Baru Timnas Indonesia Sesuai Prosedur
Greg Nwokolo mengungkapkan bahwa situasi ini sangat menyedihkan bagi semua pihak yang mencintai kemajuan olahraga sepak bola.
Mantan penyerang yang telah mengoleksi delapan caps bersama Merah Putih ini merasa harapan besar publik belum terpenuhi.
"Pasti kita semua kecewa, kan. Karena kita semua harap timnas bisa lebih baik. Namun, ini sudah terjadi. Kita maju sepuluh langkah dan kemudian mundur lagi," kata Greg.
Ungkapan tersebut menggambarkan betapa fluktuatifnya pencapaian yang diraih oleh tim kebanggaan masyarakat Indonesia dalam kurun waktu terakhir.
Ia menekankan bahwa stagnasi atau kemunduran ini harus segera dievaluasi total agar tidak terus berlanjut di masa depan.
Baginya kegagalan di level Asia Tenggara merupakan alarm keras bahwa ada sesuatu yang salah dalam pengembangan tim saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
Terkini
-
RESMI! Selamat Tinggal Ivar Jenner
-
Maarten Paes Resmi ke Ajax Amsterdam
-
Persija Bidik Mauro Zijlstra, Mauricio Souza Sebut Sang Striker Sangat Mematikan di Kotak Penalti
-
RESMI! Pelatih Persija Ngaku Sedang Dekati Mauro Zijlstra
-
Seruan Boikot Menguat,DFBAkhiri Polemik: Jerman Tetap Ikut Piala Dunia 2026
-
Manchester United Butuh 'Paul Scholes Baru' di Bursa Transfer Musim Panas
-
Australia Bakal Mati-matian Pertahankan Luke Vickery dari Rayuan John Herdman
-
Putra Legenda Liverpool, Beau Redknapp Resmi Debut di Brentford U-21
-
Rizky Ridho Banjir Ucapan Selamat dari Skuad Timnas Indonesia, Kenapa?
-
Eksklusif! Eks PSG Layvin Kurzawa Buka Suara: Soal Bobotoh dan Pilih Persib Bandung