Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 19 Desember 2025 | 13:17 WIB
Greg Nwokolo [Suara.com/Adie Prasetyo]
Baca 10 detik
  • Greg Nwokolo kritik penurunan performa Timnas Indonesia yang dianggap mundur setelah gagal berprestasi.

  • Kegagalan di SEA Games 2025 menjadi puncak kekecewaan atas prestasi buruk sepak bola nasional.

  • PSSI disarankan mencari pelatih yang fokus pada hasil nyata bukan sekadar proses panjang lagi.

Suara.com - Kekecewaan mendalam menyelimuti hati mantan pemain Timnas Indonesia Greg Nwokolo terkait performa skuad Garuda baru-baru ini di SEA Games 2025.

Pemain naturalisasi ini memberikan pandangannya saat menghadiri acara malam penghargaan Santini JMTV Awards 2025 di Jakarta.

Kegagalan tim nasional dalam berbagai ajang bergengsi sepanjang tahun ini menjadi pemicu munculnya keresahan dari pria tersebut.

Ia menilai bahwa perkembangan sepak bola Indonesia saat ini justru sedang mengalami fase penurunan yang sangat disayangkan.

Pandangan ini muncul setelah melihat kenyataan pahit yang menimpa tim nasional U22 di ajang SEA Games 2025 Thailand.

Langkah timnas U22 Indonesia harus terhenti lebih awal karena tidak mampu menembus babak semifinal kompetisi tersebut.

Posisi runner-up di Grup C tidak cukup membawa mereka lolos karena kalah bersaing dengan Filipina yang memimpin.

Nestapa sepak bola tanah air sebelumnya juga terasa ketika tim nasional gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.

Tidak berhenti di situ harapan publik juga sempat pupus karena kegagalan lolos ke putaran Piala Asia U-23 2026.

Baca Juga: Tidak 'One Man Show', Pengamat Berharap Pemilihan Pelatih Baru Timnas Indonesia Sesuai Prosedur

Greg Nwokolo mengungkapkan bahwa situasi ini sangat menyedihkan bagi semua pihak yang mencintai kemajuan olahraga sepak bola.

Mantan penyerang yang telah mengoleksi delapan caps bersama Merah Putih ini merasa harapan besar publik belum terpenuhi.

"Pasti kita semua kecewa, kan. Karena kita semua harap timnas bisa lebih baik. Namun, ini sudah terjadi. Kita maju sepuluh langkah dan kemudian mundur lagi," kata Greg.

Ungkapan tersebut menggambarkan betapa fluktuatifnya pencapaian yang diraih oleh tim kebanggaan masyarakat Indonesia dalam kurun waktu terakhir.

Ia menekankan bahwa stagnasi atau kemunduran ini harus segera dievaluasi total agar tidak terus berlanjut di masa depan.

Baginya kegagalan di level Asia Tenggara merupakan alarm keras bahwa ada sesuatu yang salah dalam pengembangan tim saat ini.

Load More