-
Persija Jakarta mengalahkan Bhayangkara FC 3-0 dan merangsek ke posisi tiga besar klasemen.
-
Jordi Amat menyamakan persaingan empat besar liga musim ini seperti situasi medan perang.
-
Gol kemenangan Persija dicetak Allano Lima, gol bunuh diri lawan, dan sepakan Jordi Amat.
Suara.com - Persija Jakarta kembali menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat juara Super League 2025/2026. Namun, di balik performa solid tersebut, tekanan besar terus membayangi Macan Kemayoran dalam persaingan papan atas klasemen.
Hal itu diungkapkan langsung oleh bek andalan Persija, Jordi Amat, yang menyebut perjuangan menuju gelar juara terasa seperti berada di medan perang.
Tekanan itu kian terasa setelah Persija sukses menuntaskan laga tunda pekan kedelapan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (29/12/2025) malam, tim asuhan Thomas Doll tampil dominan dan menang meyakinkan dengan skor 3-0.
Tiga gol kemenangan Persija tercipta melalui momen-momen krusial. Gol pembuka lahir lewat titik putih yang dieksekusi Allano Lima pada masa injury time babak pertama.
Keunggulan Persija bertambah setelah bek Bhayangkara FC, Putu Gede, melakukan gol bunuh diri. Pesta gol Macan Kemayoran ditutup dengan sepakan keras Jordi Amat dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Hasil tersebut membawa Persija kembali merangsek ke posisi tiga klasemen sementara Super League 2025/2026.
Sebelumnya, posisi itu sempat direbut Malut United FC yang mengoleksi 31 poin. Kini, Persija kembali menjaga asa dalam perburuan gelar juara.
Persaingan di papan atas pun semakin panas. Persija hanya terpaut dua poin dari Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda yang sama-sama mengoleksi 34 poin.
Baca Juga: PSSI Puji Kualitas Super League Usai Persija Jakarta Hancurkan Bhayangkara Lampung FC 3-0
Kondisi ini membuat setiap pertandingan ke depan menjadi sangat krusial bagi Macan Kemayoran.
Sebagai salah satu pencetak gol, Jordi Amat mengaku puas bisa memberikan kontribusi penting.
Bek berpengalaman itu menilai kemenangan atas Bhayangkara FC menjadi suntikan moral besar bagi tim di tengah tekanan ketatnya persaingan empat besar.
"Tekanannya lebih besar, lebih besar. Kami tahu sejak awal bahwa ini akan menjadi musim yang panjang," kata Jordi Amat setelah laga di SUGBK.
Meski tekanan terus meningkat, Jordi Amat justru melihat situasi ini sebagai tantangan yang memacu semangat juang para pemain Persija.
Ia menggambarkan sisa pertandingan musim ini sebagai duel hidup-mati dalam perebutan gelar juara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Mengenal Orlando Gill: Dari Jualan Baju Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Amad Diallo Pantai Gading Tersingkir di Piala Dunia 2026: Pelajaran Mahal
-
Pantai Gading Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 Akibat Lengah di Menit Akhir
-
Hasil Piala Dunia 2026, Prancis Lolos Perempat Final Usai Bantai Swedia 3-0
-
Robek Gawang Swedia, Kylian Mbappe Cetak Rekor Lewati Ronaldo
-
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
-
Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador