-
Persija naik ke posisi tiga klasemen setelah mengalahkan Bhayangkara Lampung FC dengan skor 3-0.
-
PSSI memuji peningkatan kualitas persaingan di papan atas klasemen sementara Super League Indonesia.
-
Kebijakan mengenai kehadiran suporter tim tamu masih dalam tahap evaluasi mendalam oleh PSSI.
Suara.com - Perebutan posisi puncak pada kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia Super League saat ini sedang berada dalam fase yang sangat krusial.
Persaingan antara klub-klub besar seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta kini semakin nyata dalam tabel klasemen sementara.
Zainudin Amali selaku Wakil Ketua Umum PSSI memantau langsung ketatnya kompetisi ini dari tribun penonton di Jakarta.
Kehadiran sosok penting federasi tersebut bertepatan dengan laga besar antara Persija Jakarta melawan Bhayangkara Lampung FC.
Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi bisu keperkasaan skuat Macan Kemayoran dalam menundukkan tim tamu tersebut.
Tim asuhan Carlos Pena menunjukkan dominasi total sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama pertandingan.
Hasil akhir menunjukkan skor telak 3-0 yang menegaskan keunggulan strategi serta kualitas individu pemain Persija Jakarta.
Berkat perolehan poin penuh ini, Persija Jakarta kini berhak menduduki peringkat ketiga pada klasemen sementara liga.
Klub kebanggaan ibu kota tersebut sekarang mengantongi total 32 poin dari seluruh laga yang telah mereka jalani.
Baca Juga: John Herdman Segera Latih Timnas Indonesia Usai PSSI Tuntaskan Proses Seleksi Pelatih Baru
Selisih poin yang sangat tipis membuat posisi Persib Bandung di peringkat pertama kini mulai terancam serius.
Persija saat ini hanya tertinggal dua angka dari Persib dan Borneo FC yang menghuni dua posisi teratas.
Kondisi persaingan yang tidak terduga ini dianggap sebagai indikator kemajuan kualitas sepak bola profesional di tanah air.
Wakil Ketua Umum PSSI merasa puas melihat grafik permainan tim-tim peserta yang terus menunjukkan tren positif.
“Bagus lah, persaingan papan atas semakin seru ini ya. Dengan kemenangan Persija hari ini, berarti posisi pertama, kedua, ketiga. Ada Persib, Borneo, Malut. Semakin enak ditonton, semakin bagus,” kata Amali kepada awak media termasuk Suara.com seusai pertandingan.
Selain fokus pada hasil pertandingan, Amali juga memberikan perhatian terhadap kebijakan teknis yang diambil oleh para pelatih.
Banyak klub di Super League kini mulai berani mengandalkan tenaga pemain muda dalam susunan pemain inti mereka.
Regenerasi pemain melalui menit bermain yang cukup dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi kekuatan Tim Nasional Indonesia.
“Saya lihat bagus ya, pemain-pemain muda diturunkan dan diberi kesempatan. Kami tentu berterima kasih kepada klub-klub yang memberikan jam atau menit bermain kepada para pemain muda," katanya.
"Itu penting agar mereka terbiasa berada dalam suasana kompetisi,” sambung eks menpora itu.
Keberanian memberikan jam terbang kepada pemain muda menjadi kunci utama bagi perkembangan mentalitas bertanding atlet di lapangan.
Aspek di luar lapangan seperti perilaku suporter juga tidak luput dari pengamatan mendalam pihak otoritas sepak bola.
Atmosfer di stadion dinilai semakin membaik dan menunjukkan arah yang lebih dewasa serta kondusif bagi keluarga.
PSSI sedang menelaah berbagai kemungkinan terkait aturan kehadiran pendukung tim tamu pada sisa laga musim ini.
Namun, kepastian mengenai kebijakan tersebut tidak akan diambil secara mendadak demi menjaga stabilitas keamanan nasional di stadion.
Peluang untuk mencabut larangan suporter tamu kabarnya baru akan dipertimbangkan secara matang pada musim kompetisi berikutnya.
Zainudin Amali menekankan bahwa setiap keputusan strategis harus melalui tahapan koordinasi dengan operator liga yang berwenang.
Laporan berkala mengenai kesiapan infrastruktur dan keamanan menjadi landasan utama sebelum rapat komite eksekutif digelar secara resmi.
PSSI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan liga agar tetap aman bagi seluruh elemen sepak bola.
“Perjalanannya masih sampai tahun depan, jadi tentu tidak bisa dievaluasi di tengah jalan. Kami akan melihat kesiapan dari I.League terlebih dahulu. Setelah itu dilaporkan ke PSSI, baru kemudian kami rapatkan bersama LIB,” pungkasnya.
Hingga saat ini, fokus utama federasi adalah memastikan sisa kompetisi berjalan sesuai jadwal dengan integritas yang tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat