- Pelatih Luis de la Fuente optimistis menyambut Piala Dunia 2026 dan menganggap status kandidat juara adalah hasil kerja keras.
- Ia menyamakan Spanyol dengan tim kuat lain dan menyatakan format baru Piala Dunia 2026 membuka peluang lebih besar.
- De la Fuente menekankan proses dan filosofi tim tetap penting meskipun Spanyol mendekati rekor tak terkalahkan periode 2023.
Suara.com - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menutup tahun 2025 dengan penuh optimisme.
Ia menegaskan tidak memiliki rasa takut maupun keraguan menjelang Piala Dunia 2026, bahkan menikmati fakta bahwa Spanyol kini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat juara.
Dalam wawancara dengan Europa Press, De la Fuente mengaku bangga dengan pengakuan tersebut.
Menurutnya, status kandidat bukanlah beban, melainkan buah dari kerja keras dan proses panjang yang telah dijalani tim nasional dalam tiga tahun terakhir.
“Saya tidak punya rasa takut atau kompleks apa pun. Saya justru senang jika ada yang mengatakan kami kandidat juara,” ujar De la Fuente.
“Entah disebut favorit atau kandidat, bagi saya itu hal yang indah. Itu adalah pengakuan atas kerja yang telah membawa Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia.”
Meski demikian, De la Fuente menegaskan status kandidat tidak menjamin apa pun.
Ia menempatkan Spanyol sejajar dengan kekuatan besar lainnya seperti Brasil, Argentina, Prancis, Portugal, Maroko, dan Inggris.
Terlebih, format Piala Dunia 2026 yang melibatkan lebih banyak tim membuat persaingan semakin terbuka.
Baca Juga: Tragedi dan Takdir: Kilas Balik Roller Coaster Timnas Indonesia Sepanjang 2025
“Format baru ini memperlebar peluang. Lebih banyak tim bisa bermimpi dan bersaing,” tegasnya.
Bagi De la Fuente, tahun 2026 akan menjadi momen paling spesial dalam karier kepelatihannya.
Selain peluang tampil di Piala Dunia, Spanyol juga dijadwalkan menghadapi Argentina dalam ajang Finalissima pada Maret mendatang.
“Memimpin Spanyol di Piala Dunia adalah puncak karier seorang pelatih. Saya merasa sangat penuh dan puas secara profesional. Melatih tim nasional negara sendiri adalah hal tertinggi yang bisa dicapai,” katanya.
Piala Dunia nanti akan menjadi turnamen besar ketiga yang ia jalani setelah Olimpiade Tokyo dan Euro.
Ia mengakui tak pernah membayangkan bisa berada di posisi ini saat masih berkiprah di level klub.
Berita Terkait
-
Tragedi dan Takdir: Kilas Balik Roller Coaster Timnas Indonesia Sepanjang 2025
-
7 Pemain Inggris Ini Wajib Pindah Klub Jika Ingin Tampil di Piala Dunia 2026
-
Bank BRI Resmi Jalin Kemitraan dengan Barcelona
-
Presiden Barcelona Joan Laporta Dipanggil KPK Spanyol atas Dugaan Penipuan Rp1,7 M
-
Ketergantungan Mbappe, Efektivitas Gol Real Madrid Kalah Telak dari Barcelona
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara