- Gelandang Danilson Soares Silva (23) berminat bela Timnas Indonesia meski menolak panggilan Cape Verde.
- Danilson memenuhi syarat FIFA untuk dinaturalisasi karena neneknya berasal dari Bandung, Jawa Barat.
- Pemain Feyenoord muda ini kini bermain di kasta tertinggi Liga Gibraltar dan meminta PSSI memantaunya.
Suara.com - Rumor kedatangan John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia langsung disambut dengan kabar segar mengenai potensi amunisi baru lewat proyek naturalisasi.
Sosok tersebut adalah Danilson Soares Silva, gelandang berusia 23 tahun yang secara terbuka menyatakan hasratnya untuk berseragam Merah Putih.
Pemain yang kini berkarier di kasta tertinggi Liga Gibraltar bersama Bruno’s Magpies ini bahkan dikabarkan rela menolak panggilan Timnas Cape Verde.
Padahal, Cape Verde baru saja mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026, namun Danilson lebih memilih menunggu panggilan dari PSSI.
Lahir di Belanda pada 6 Maret 2002, Danilson memiliki latar belakang silsilah keluarga yang sangat menarik dan beragam.
Darah sepak bola dan fisik atletisnya mungkin berasal dari sang ayah yang memiliki keturunan Belanda dan Cape Verde.
Sementara itu, ikatan emosionalnya dengan Indonesia mengalir deras dari garis keturunan ibunya, tepatnya sang nenek yang merupakan wanita asli Bandung, Jawa Barat.
Latar belakang ini membuatnya eligible atau memenuhi syarat FIFA untuk dinaturalisasi, serupa dengan jalur yang ditempuh Ole Romeny dan Maarten Paes.
Secara rekam jejak, Danilson bukanlah pemain sembarangan karena ia ditempa di akademi sepak bola top Belanda sejak usia dini.
Baca Juga: Pengakuan Ole Romeny Soal Atmosfer Stadion GBK Seperti Kandang Feyenoord Dikali 3
Ia mengawali karier juniornya di akademi SBV Excelsior sebelum akhirnya naik kelas ke akademi bergengsi Feyenoord Rotterdam.
Fakta menariknya, saat menimba ilmu di Feyenoord, Danilson merupakan teman seangkatan bintang Manchester United, Joshua Zirkzee.
Selain Zirkzee, ia juga satu angkatan dengan pemain keturunan Indonesia lainnya, Rivas Manuhutu, yang membuktikan kualitas lingkungan sepak bolanya.
Setelah matang di akademi, Danilson memulai petualangan profesionalnya di usia 20 tahun dengan bergabung ke klub Liga 3 Yunani, Thesprotos F.C.
Perjalanannya berlanjut ke Portugal dengan memperkuat Olhanense di Liga 5 pada musim panas 2023.
Sempat mengalami masa sulit tanpa klub selama empat bulan, Danilson kini bangkit dan menjadi andalan di Bruno’s Magpies sejak 29 November 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia
-
Siapa Danilo Santacruz Gonzalez? Eks Timnas Paraguay Rekrutan Asing Pertama Madura United
-
Gabung Persis Solo, Novan Sasongko Usung Target Tinggi untuk Laskar Sambernyawa
-
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas di Gaza, Tentara Israel Dituding Jadi Biang Kerok
-
Kalah Menyakitkan dari Belgia, Ini Ucapan Menyentuh Bek Timnas Senegal Moussa Niakhate
-
Statistik Luka Menalo Bekas Anak Didik Fabio Cannavaro yang Resmi ke Persib
-
Comeback Gila Inggris! Harry Kane Bungkam Kongo, Tuchel Bicara Mental Juara
-
Sandy Walsh Resmi ke Persib, Pangeran Biru Keluarkan Uang Rp12 Miliar?
-
Dear Lionel Messi! Viral Isi Surat Penuh Cinta Bocah 8 Tahun untuk Sang Goat
-
Unai Simon di Ambang Rekor Piala Dunia, Tiki-Taka Spanyol Jadi Kunci Tak Kebobolan