- Chelsea secara resmi memecat pelatih Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru 2026 akibat rentetan hasil buruk terkini.
- Maresca, yang bergabung Juni 2024, berhasil mempersembahkan dua trofi selama 18 bulan kepemimpinannya.
- Pemain Marc Cucurella segera memberikan tanggapan perpisahan melalui media sosial atas keputusan pemecatan tersebut.
Suara.com - Chelsea resmi memecat Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru 2026, keputusan yang langsung memantik reaksi luas, termasuk dari para pemain The Blues.
Salah satu yang paling cepat merespons adalah bek kiri asal Spanyol, Marc Cucurella.
Pemecatan Maresca sejatinya tidak sepenuhnya mengejutkan. Dalam beberapa pekan terakhir, posisi pelatih asal Italia itu memang berada di bawah tekanan berat.
Bahkan saat Chelsea bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth pada Selasa lalu, Maresca sudah mendapat siulan dari sebagian suporter di stadion.
Maresca mulai melatih Chelsea pada Juni 2024. Dalam kurun 18 bulan, ia sukses mempersembahkan dua trofi, yakni UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub.
Namun, rentetan hasil buruk, hanya satu kemenangan dalam lima laga terakhir, membuat manajemen klub kehilangan kesabaran.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada malam Tahun Baru, Chelsea menyebut keputusan ini diambil demi menyelamatkan musim.
“Dengan target penting yang masih diperebutkan di empat kompetisi, termasuk kualifikasi Liga Champions, Enzo dan klub menilai bahwa perubahan memberi peluang terbaik bagi tim untuk kembali ke jalur yang benar,” tulis Chelsea.
Sepekan sebelum pemecatan, Maresca sempat mengisyaratkan situasi internal yang tidak kondusif.
Baca Juga: Chelsea Coret Empat Nama Calon Pengganti Enzo Maresca, Legenda Arsenal Tak Masuk Daftar
Ia menyebut periode setelah kemenangan 2-0 atas Everton sebagai 48 jam terburuk selama masa jabatannya, sinyal kuat bahwa dukungan klub mulai menghilang.
Marc Cucurella menjadi salah satu pemain pertama yang menyampaikan pesan perpisahan. Melalui media sosial, ia menulis:
“Terima kasih atas segalanya, mister, dan juga staf. Terima kasih atas kerja keras, kepercayaan sejak hari pertama, dan semua kenangan.”
Cucurella juga menyertakan dua emoji trofi, merujuk pada dua gelar yang diraih Chelsea di bawah kepemimpinan Maresca.
Keputusan pemecatan ini memecah opini suporter Chelsea. Sebagian merasa langkah klub sudah tepat mengingat performa yang menurun. Namun, tak sedikit pula yang menilai Maresca diperlakukan tidak adil.
Chelsea sempat berada di peringkat ketiga Premier League hanya beberapa pekan lalu. Kini, The Blues turun ke posisi kelima, tertinggal 15 poin dari Arsenal dalam persaingan papan atas.
Berita Terkait
-
Chelsea Coret Empat Nama Calon Pengganti Enzo Maresca, Legenda Arsenal Tak Masuk Daftar
-
Faktor Kepemilikan Klub, Liam Rosenior Jadi Kandidat Kuat Nakhoda Baru Chelsea
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
Calon Kuat Pelatih Chelsea Liam Rosenior Sudah Tahu Kualitas Bintang Timnas Indonesia, Kok Bisa?
-
Dipecat Chelsea di Awal Tahun 2026, Begini Statistik Lengkap Enzo Maresca
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Xabi Alonso Resmi ke Chelsea, Liverpool Kini Bidik Pelatih Jenius dari Jerman
-
John Herdman Mulai Seleksi Besar-besaran, Siapa Saja Pemain Diaspora yang Masuk Radar?
-
Gagal Bawa Persija Juara, Nasib Mauricio Souza di Ujung Tanduk?
-
Persija Jakarta Pecahkan Rekor Membanggakan Meski Gagal Juara
-
Second Chance, Program Soccer Camp Pertama di Indonesia Jadi Trending Topic
-
John Herdman Akui Lebih Senang Pantau Talenta Muda, Abaikan Pemain Senior di Atas 28 Tahun
-
Nasib Gelar Juara Persib Bandung di BRI Super League, Begini Kata Marc Klok
-
Kevin Diks Bawa Borussia Monchengladbach ke Papan Bawah Klasemen Akhir Liga Jerman 2026
-
Menang Dramatis, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Justru Rasakan Perasaan Campur Aduk
-
Penyelamatan Krusial Emil Audero Jaga Asa Cremonese Lolos Degradasi Liga Italia