- Komisi agen dari transfer internasional mencapai rekor tertinggi US$1,37 miliar pada tahun 2025, naik 90% dari tahun sebelumnya.
- Klub-klub Inggris menjadi pembayar komisi agen terbesar secara global dengan total pengeluaran mencapai US$375 juta.
- Tren mencolok adalah meningkatnya keterlibatan agen yang bekerja atas nama klub dalam proses transfer internasional.
Suara.com - Tahun 2025 menjadi periode emas bagi agen sepak bola dunia. Berdasarkan FIFA Football Agents Report 2025, total komisi agen dari biaya jasa transfer internasional mencapai US$1,37 miliar, atau sekitar Rp21 triliun.
Angka ini melonjak 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Pencapaian tersebut sekaligus memecahkan rekor lama pada 2023, yang sebelumnya tercatat sebesar US$889,4 juta.
Lonjakan tajam ini menegaskan semakin besarnya peran agen dalam ekosistem sepak bola modern.
Dalam laporan FIFA, klub-klub Inggris tercatat sebagai pembayar komisi agen terbesar di dunia. Total pengeluaran klub Inggris mencapai US$375 juta, jauh mengungguli liga-liga lain.
Di posisi kedua terdapat klub-klub Jerman dengan total pengeluaran sekitar US$165 juta. Inggris juga mencatatkan persentase tertinggi transfer masuk yang melibatkan agen klub, yakni 51,1 persen.
Salah satu tren paling mencolok pada 2025 adalah meningkatnya penggunaan agen yang bekerja atas nama klub, bukan pemain.
Agen jenis ini terlibat dalam 3.010 transfer internasional, naik 38,1 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, agen yang mewakili pemain terlibat dalam 3.730 transfer internasional, atau 15,3 persen dari total transfer global, naik hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mees Hilgers Ganti Agen Saat Kontrak di Ujung Tanduk, Sinyal Hengkang dari FC Twente?
Meski total komisi membengkak, FIFA mencatat bahwa hanya 1.559 agen dari total 10.975 agen berlisensi yang benar-benar menerima bayaran dari klub dalam transfer internasional.
Dalam 89,6 persen kasus, komisi agen berada di bawah US$1 juta per transaksi, dengan kisaran US$10.000–US$100.000 menjadi yang paling umum.
Namun, 348 transaksi dengan komisi di atas US$1 juta justru menyumbang 68,4 persen dari total uang yang dibayarkan klub kepada agen.
Bahkan, FIFA mencatat adanya beberapa kasus ekstrem dengan komisi melampaui US$15 juta dalam satu transaksi.
Pada 2025, FIFA juga menggelar ujian agen sepak bola pertama yang sepenuhnya online, dengan 16.117 pendaftar. Hingga 4 Desember 2025, tercatat 10.525 agen resmi berlisensi FIFA di seluruh dunia.
Kepala Divisi Agen FIFA, Patricio Varela, menegaskan bahwa tren ini menunjukkan peran agen yang semakin vital.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
Terkini
-
Bek Timnas Indonesia Jadi Opsi Utama Pengganti Kapten PSV Eindhoven
-
Jelang Duel, Persik Kediri Soroti Lini Pertahanan Persijap Jepara
-
Skandal Paspor Belanda Meluas ke Liga Putri, Bagaimana Nasib Felicia de Zeeuw dkk?
-
Baru Operasi, Marc Klok Tetap Main Full dan Bawa Persib Bandung Menang di Padang
-
Kata-kata Pelatih Sassuolo Usai Jay Idzes Jadi Pemain Terbaik Indonesia
-
Piala AFF Futsal 2026: Timnas Indonesia Cukur Brunei 7-0, Muhammad Sanjaya Hattrick
-
Dean Zandbergen, Pemain Keturunan Indonesia Cetak Hattrick di Liga Belanda, Solusi Lini Depan?
-
Link Live Streaming Persik Kediri vs Persijap: Macan Putih Pantang Lengah!
-
Skandal Paspor Sampai ke Belgia, Bagaimana Nasib Joey Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen?
-
Kontras dengan di Klub, Performa Ole Romeny di Timnas Indonesia Bikin Oxford United Kagum