- Sunderland sukses menahan imbang Tottenham Hotspur di London, mempertahankan tren positif tanpa kekalahan.
- Mereka menunjukkan disiplin bertahan tinggi saat menghadapi serangan cepat tuan rumah dalam laga semalam.
- Hasil imbang ini memperpanjang rekor tidak terkalahkan Sunderland menjadi lima pertandingan terakhir di Premier League.
Suara.com - Siapa bilang main ke London Utara itu menakutkan? Bagi Sunderland, Tottenham Hotspur Stadium hanyalah tempat wisata lain untuk memamerkan ketangguhan mntal mereka.
Dalam laga lanjutan Premier League semalam, The Black Cats kembali menunjukkan nyali besar dengan menahan imbang tuan rumah Tottenham Hotspur [masukkan skor, misal: 1-1 atau 2-2]. Hasil ini memperpanjang tren positif Sunderland: Lima laga terakhir, NOL kekalahan!
Curi Poin di Kandang Raksasa
Mencuri satu poin di markas Tottenham bukanlah perkara mudah. Ribuan suporter tuan rumah meneror sepanjang laga, ditambah permainan cepat khas The Lilywhites yang biasanya bikin tim tamu gemetar.
Tapi Sunderland tampil beda. Mereka bermain spartan! Disiplin dalam bertahan dan mematikan transisi serangan Spurs. Walaupun dikurung habis-habisan, lini belakang Sunderland tampil bak tembok beton yang susah diruntuhkan.
Ketika peluit panjang berbunyi, wajah frustrasi terlihat jelas di kubu tuan rumah. Sebaliknya, pemain Sunderland merayakan satu poin ini layaknya sebuah kemenangan. Dan memang pantas dirayakan, karena mencuri poin di London adalah bukti level permainan mereka sudah naik kelas.
Rekor "Unbeaten" yang Bikin Geleng-Geleng
Statistik 5 laga terakhir tanpa kekalahan ini benar-benar anomali yang indah.
• Lawan City? Imbang.
• Lawan Leeds? Imbang.
• Lawan Spurs (Tandang)? Imbang lagi!
Meskipun didominasi hasil seri, rekor unbeaten ini menunjukkan satu hal: Sunderland adalah tim yang paling susah dikalahkan saat ini. Mereka punya mentalitas penolak kekalahan yang luar biasa. Mau main di kandang atau tandang, mau lawan tim papan bawah atau papan atas, Sunderland selalu punya cara untuk tidak kehilangan muka.
Baca Juga: Welcome Back! Ole Gunnar Solskjaer Tertarik Jadi Pelatih Darurat Manchester United
"Raja Seri" yang Berkelas
Mungkin ada yang bilang Sunderland "lupa caranya menang", tapi lihat sisi positifnya: mereka juga "lupa caranya kalah".
Di liga sekejam Premier League, konsistensi untuk terus mendulang poin—meski cuma satu demi satu—adalah kunci bertahan hidup. Apalagi jika poin itu didapat dari kandang tim raksasa London.
Kesimpulan: Pulang dari London dengan kepala tegak dan satu poin di kantong. Rekor unbeaten masih terjaga. Sunderland pelan tapi pasti membuktikan diri sebagai "batu sandungan" paling menyebalkan bagi tim-tim besar musim ini.
London Calling? Sunderland Menjawab dengan Lantang: KAMI TIDAK KALAH!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Profesor Olahraga Soroti Integritas FIFA, Kontroversi Argentina vs Mesir Rusak Kepercayaan Publik
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis
-
Bruno Fernandes Yakin Portugal Bisa Juara Piala Dunia Tanpa Cristiano Ronaldo
-
Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Marc Cucurella Pede Spanyol Bisa Jadi Juara