- Pelatih Luis Enrique menyatakan tidak ada tim unggulan pada laga perempat final Liga Champions antara PSG melawan Liverpool.
- Pertandingan leg pertama tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Parc des Princes, Paris, pada Kamis, 9 April 2026 dini hari.
- Enrique menginstruksikan pemain PSG menguasai bola untuk meredam serangan Liverpool demi menjaga peluang lolos ke babak semifinal kompetisi ini.
Suara.com - Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menegaskan tidak ada tim yang lebih diunggulkan saat menghadapi Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026.
Laga tersebut akan berlangsung di Parc des Princes, Paris, Kamis (9/4) dini hari WIB. Menurut Enrique, pertandingan di fase ini selalu berjalan seimbang sehingga status favorit tidak relevan.
“Tidak ada favorit di tahap ini. Penting untuk fokus pada hal yang bisa kami kendalikan. Liverpool adalah tim dengan level sangat tinggi. Berpikir anda favorit justru bisa menjadi bumerang. Mustahil ada yang favorit di pertandingan seperti ini,” ujar Enrique.
Ia menilai Liverpool tetap berbahaya meski datang dengan catatan dua kekalahan beruntun, yakni dari Manchester City dan Brighton & Hove Albion.
“Liverpool adalah tim yang sulit dihadapi,” katanya.
Untuk meredam permainan lawan, Enrique meminta anak asuhnya menguasai bola agar pemain seperti Mohamed Salah tidak leluasa mengembangkan permainan.
Pelatih asal Spanyol itu juga optimistis PSG mampu tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
“Kami ingin lolos ke babak berikutnya. Itu tidak mudah, tetapi kami termotivasi. Kami ingin menikmati pertandingan di Parc,” ujarnya.
Pertandingan ini menjadi pertemuan kedua beruntun kedua tim di fase gugur Liga Champions. Pada musim sebelumnya, PSG berhasil menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar lewat adu penalti dengan skor 4-1 setelah agregat imbang 1-1.
Baca Juga: Arsenal Gendong Liga Inggris di Liga Champions
(Antara)
Berita Terkait
-
Arsenal Gendong Liga Inggris di Liga Champions
-
Arne Slot: Liverpool Bakal Dipermalukan PSG Jika Ulangi Performa Lawan Man City
-
Jadi Pahlawan Kemenangan Arsenal atas Sporting, Havertz: Ini Belum Selesai!
-
Komentar Harry Kane usai Bayern Munich Curi Kemenangan dari Kandang Real Madrid
-
Liga Champions: Mikel Arteta Wanti-wanti Arsenal Tak Sepelekan Sporting Lisbon
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik