-
Dwi Pilihanto menerima sanksi larangan bermain sepak bola seumur hidup dari PSSI Asprov DIY.
-
Hukuman dijatuhkan akibat tendangan berbahaya ke wajah pemain UAD FC di Liga 4 DIY.
-
Selain sanksi permanen, pemain juga didenda satu juta rupiah dan wasit harus dievaluasi.
Suara.com - Keputusan radikal baru saja diambil oleh Panitia Disiplin PSSI Asprov Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap salah satu pemain.
Dwi Pilihanto kini harus menerima kenyataan pahit dilarang menginjakkan kaki di dunia sepak bola profesional selamanya.
Langkah tegas ini diambil setelah otoritas sepak bola setempat menggelar pertemuan intensif pada hari Rabu, 7 Januari 2026.
Dasar dari vonis berat ini adalah perilaku membahayakan yang ditunjukkan sang pemain dalam laga resmi Liga 4.
Insiden tersebut menjadi sorotan tajam karena dinilai mencederai nilai-nilai sportivitas dalam olahraga sepak bola di tanah air.
Peristiwa yang memicu kemarahan publik ini terjadi saat tim Dwi bertanding di Lapangan Sitimulyo pada Selasa kemarin.
Dalam laga melawan kesebelasan UAD FC tersebut, Dwi terbukti melakukan gerakan fisik yang sangat berisiko bagi keselamatan lawan.
Ia mengangkat tungkai kakinya terlalu tinggi hingga mendarat tepat di area wajah pemain lawan yang sedang menguasai bola.
Kejadian mengerikan itu terekam pada menit ke-73 dan seketika membuat suasana pertandingan menjadi sangat mencekam bagi penonton.
Baca Juga: Melihat Kemungkinan Gaya Main Timnas Indonesia Bersama John Herdman, Lebih Satset?
Korban dari terjangan tersebut langsung jatuh terkapar di atas rumput sambil menahan sakit pada bagian mukanya yang terkena hantaman.
Meskipun sempat terbangun kembali, dampak dari benturan tersebut tetap menjadi perhatian serius bagi tim medis dan perangkat pertandingan.
Pada saat kejadian, sang pengadil lapangan hanya mengeluarkan kartu kuning sebagai bentuk peringatan formal di dalam area permainan.
Namun, jagat media sosial memberikan respons yang jauh lebih keras dibandingkan sekadar kartu kuning dari wasit tersebut.
Rekaman video aksi tidak terpuji tersebut mendadak viral dan memancing gelombang kritik dari para pencinta sepak bola nasional.
Netizen mengaitkan kasus ini dengan insiden serupa yang sebelumnya pernah terjadi di kompetisi Liga 4 wilayah Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Intip Menu TC Timnas Indonesia di Bali: Dari Genjot Fisik hingga Asah Lini Depan
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Nicholas Raskin Minta Belgia Main Pragmatis demi Singkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
PSSI Respons Keresahan Prabowo Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Butuh APBN
-
Inggris vs Norwegia Dibayangi Wabah Penyakit, Declan Rice Diisolasi