-
Dwi Pilihanto menerima sanksi larangan bermain sepak bola seumur hidup dari PSSI Asprov DIY.
-
Hukuman dijatuhkan akibat tendangan berbahaya ke wajah pemain UAD FC di Liga 4 DIY.
-
Selain sanksi permanen, pemain juga didenda satu juta rupiah dan wasit harus dievaluasi.
Kasus Hilmi Gimnastiar di Pasuruan menjadi pengingat betapa bahayanya tindakan kekerasan fisik dalam pertandingan yang tidak terkendali.
Pihak Pandis PSSI DIY pun tidak tinggal diam dalam merespons desakan publik terkait keamanan para atlet di lapangan hijau.
Dwi Pilihanto akhirnya dinyatakan melanggar sejumlah poin krusial dalam regulasi hukum sepak bola yang berlaku di Indonesia saat ini.
Pihak berwenang menggunakan dasar hukum "Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025" dalam persidangan.
Melalui rujukan pasal-pasal tersebut, panitia disiplin sepakat memberikan hukuman yang bersifat memberikan efek jera secara maksimal dan permanen.
Ada dua jenis hukuman yang wajib dijalani oleh Dwi Pilihanto sebagai konsekuensi logis dari tindakan berbahayanya tersebut.
Pertama, ia diwajibkan menyetorkan denda administratif dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1 juta kepada pihak penyelenggara kompetisi.
Kedua, sanksi yang paling berat adalah larangan total untuk terlibat dalam segala aktivitas sepak bola di bawah naungan PSSI.
Ketetapan sanksi seumur hidup ini menjadi salah satu hukuman paling drastis yang pernah dikeluarkan oleh Asprov PSSI Yogyakarta.
Baca Juga: Melihat Kemungkinan Gaya Main Timnas Indonesia Bersama John Herdman, Lebih Satset?
Kendati demikian, pihak Pandis masih memberikan ruang bagi sang pemain jika ingin mengajukan keberatan secara resmi melalui jalur banding.
Keputusan ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pesepak bola di Indonesia agar selalu mengutamakan keselamatan lawan main.
Selain memberikan vonis kepada pemain, Asprov PSSI DIY juga menaruh perhatian khusus pada kinerja wasit yang memimpin laga itu.
Wasit yang bertugas dianggap kurang tegas dalam memberikan hukuman instan saat momen horor tersebut terjadi di tengah lapangan.
Sebagai langkah perbaikan, sang pengadil lapangan tersebut kini tengah menjalani proses evaluasi mendalam dan program pembinaan intensif.
Federasi berharap pembenahan ini dapat meningkatkan kualitas kompetisi Liga 4 agar lebih aman dan profesional di masa depan.
Langkah pembinaan bagi wasit bertujuan agar standar kepemimpinan pertandingan di wilayah DIY semakin baik dan mematuhi regulasi FIFA.
PSSI DIY berkomitmen penuh untuk memberantas segala bentuk tindakan kasar yang dapat mengancam nyawa pemain di dalam lapangan.
Kejadian ini diharapkan tidak akan terulang kembali pada masa-masa mendatang demi kemajuan industri sepak bola di level amatir.
Para suporter dan manajemen klub diminta untuk terus memberikan edukasi mengenai etika bertanding kepada seluruh pemain didikannya masing-masing.
Ketegasan dalam menegakkan aturan menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi secara global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
PSSI Respons Keresahan Prabowo Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Butuh APBN
-
Inggris vs Norwegia Dibayangi Wabah Penyakit, Declan Rice Diisolasi
-
Update TC Timnas Indonesia di Bali: Beckham Putra Akui Tak Kesulitan Ikuti Latihan Intensif
-
Kata-kata Pertama Kerim Memija Usai Gabung Persija, Bertekad Persembahkan Trofi Super League
-
Rudi Garcia Kirim Peringatan ke Spanyol, Belgia Siap 'Meledak' di Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Prabowo Masih Resah Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: Mana Erick Thohir?
-
Pelatih Maroko: Prancis Menang karena Kualitas Individu Kylian Mbappe