Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:05 WIB
Kevin Diks (IG Timnas Indonesia)
Baca 10 detik
  • Jay Idzes resmi pindah ke Sassuolo dengan nilai transfer fantastis sebesar 8 juta euro.

  • Kevin Diks memperkuat lini pertahanan Borussia Monchengladbach untuk bersaing di kompetisi kasta tertinggi Bundesliga.

  • Calvin Verdonk dan Emil Audero sukses mengamankan posisi utama di klub elit Prancis dan Italia.

Suara.com - Dunia sepak bola tanah air menyaksikan lonjakan prestasi signifikan para penggawa Timnas Indonesia sepanjang bursa transfer 2025.

Banyak pilar utama Timnas Indonesia yang memutuskan untuk berpindah markas demi tantangan profesional yang lebih tinggi.

Langkah strategis para atlet ini terbukti membuahkan hasil manis bagi perkembangan kualitas individu mereka masing-masing.

Sejumlah nama besar kini tercatat berkompetisi di jajaran liga paling bergengsi yang ada di benua biru.

Perpindahan ini tidak hanya sekadar berganti kostum namun menjadi pembuktian kualitas talenta Indonesia di mata dunia.

Jay Idzes menjadi sosok yang paling banyak dibicarakan setelah masa depannya bersama Venezia berakhir dramatis.

Setelah Venezia harus turun kasta ke Serie B, sang kapten tim nasional memutuskan mencari tantangan baru.

Klub Serie A, Sassuolo, akhirnya resmi meminang bek tangguh ini pada jendela transfer Agustus 2025 lalu.

Nilai kesepakatan transfer tersebut menyentuh angka 8 juta euro untuk mengamankan tanda tangan sang pemain.

Baca Juga: Statistik Memukau Asnawi Mangkualam Bersama Port FC Meski Pindah Posisi Jadi Bek Kiri Liga Thailand

Kehadiran Idzes di jantung pertahanan Sassuolo langsung memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan oleh tim tersebut.

Eksistensi Idzes di kasta tertinggi sepak bola Italia semakin kokoh berkat penampilannya yang sangat disiplin.

Kemampuan membaca permainan yang baik membuatnya tidak tergantikan dalam skema taktik yang diterapkan pelatih Sassuolo.

Performa impresif sang pemain di lapangan hijau ternyata mulai memancing perhatian dari klub-klub raksasa Italia lainnya.

Bahkan raksasa San Siro, AC Milan, disebut-sebut mulai memantau perkembangan Idzes secara serius untuk masa depan.

Stabilitas performa ini menunjukkan bahwa keputusan Idzes pindah klub adalah langkah karier yang sangat brilian.

Nama berikutnya yang menghiasi daftar perpindahan sukses tahun ini adalah penjaga gawang andalan, Emil Audero.

Audero memilih untuk meninggalkan Como 1907 demi mencari menit bermain yang lebih kompetitif di klub lain.

Langkah pinjaman menuju Cremonese menjadi jalan keluar yang tepat bagi kiper berpengalaman milik Timnas Indonesia tersebut.

Di bawah mistar gawang Cremonese, ia segera mendapatkan kepercayaan penuh untuk menjadi pilihan utama staf kepelatihan.

Ketenangannya dalam menghalau serangan lawan sangat krusial bagi posisi klub di klasemen sementara kompetisi Serie A.

Kontribusi nyata sang kiper berhasil menjaga posisi Cremonese agar tetap kompetitif di papan tengah klasemen liga.

Kepiawaiannya dalam menjaga area penalti memberikan rasa aman bagi barisan pemain belakang timnya di setiap laga.

Audero membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu kiper dengan refleks terbaik yang beroperasi di Italia.

Status pinjaman ini justru membuka peluang baginya untuk terus mengasah kemampuan di level kompetisi tertinggi dunia.

Fakta bahwa ia langsung nyetel dengan skema tim menunjukkan profesionalisme tinggi yang dimiliki oleh pemain tersebut.

Langkah mengejutkan juga diambil oleh Calvin Verdonk yang sebelumnya merumput bersama klub Belanda, NEC Nijmegen.

Verdonk memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dengan menjajal kerasnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi Prancis.

Lille yang merupakan salah satu kekuatan utama di Ligue 1 menjadi pelabuhan baru bagi sang bek kiri.

Keputusan bergabung dengan Lille memberikan kesempatan langka bagi Verdonk untuk mencicipi atmosfer ketat kompetisi level Eropa.

Manajemen Lille memberikan apresiasi tinggi dengan menyodorkan kontrak jangka panjang sebagai bentuk kepercayaan pada kualitasnya.

Daftar pemain elit Indonesia di luar negeri semakin lengkap dengan kehadiran Kevin Diks di tanah Jerman.

Pemain yang kini menginjak usia 28 tahun tersebut secara resmi telah diperkenalkan sebagai penggawa Borussia Monchengladbach.

Hijrahnya Diks ke Bundesliga menandai babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola profesional yang berdedikasi.

Kini ia memiliki kesempatan besar untuk bertarung dengan penyerang-penyerang kelas dunia yang ada di liga Jerman.

Keberadaannya di klub sebesar Monchengladbach semakin mempertegas statusnya sebagai pemain bertahan level elit di Timnas Indonesia.

Load More