Bola / Liga Spanyol
Selasa, 13 Januari 2026 | 06:04 WIB
Xabi Alonso (Real Madrid)
Baca 10 detik
  • Real Madrid memecat Xabi Alonso setelah kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.

  • Xabi Alonso resmi tinggalkan Madrid akibat tertinggal empat poin dari Barcelona di LaLiga.

  • Meski dipecat, Madrid tetap menganggap Xabi Alonso sebagai legenda yang memiliki tempat istimewa.

Suara.com - Manajemen Real Madrid secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso sebagai nakhoda tim utama.

Langkah drastis ini diambil tepat setelah Los Blancos menelan kekalahan pahit dari rival abadi, Barcelona.

Pertempuran sengit di final Piala Super Spanyol tersebut berlangsung di Arab Saudi pada Senin, 12 Januari.

Kekalahan di partai puncak menjadi pemicu utama evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sang pelatih di kursi kemudi.

Pihak klub mengonfirmasi perpisahan ini melalui saluran komunikasi resmi mereka pada hari Selasa berikutnya.

"Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak klub dan sang pelatih," tulis Madrid dalam situsnya pada Selasa.

Meski harus berpisah, manajemen tetap memberikan penghormatan tertinggi kepada sosok yang juga mantan pemain mereka itu.

Jasa Alonso selama menukangi tim dianggap sebagai bagian dari dedikasi profesional yang luar biasa bagi publik Santiago Bernabeu.

Penghargaan terhadap kontribusi sang juru taktik tetap diberikan meskipun target prestasi di lapangan hijau belum tercapai.

Baca Juga: Real Madrid Gagal Raih Piala Super Spanyol, Perasaan Xabi Alonso Campur Aduk

Faktor kegagalan di Piala Super bukan satu-satunya alasan yang mendasari keputusan pahit manajemen El Real.

Saat ini posisi Madrid di klasemen LaLiga juga sedang berada dalam tekanan yang sangat besar.

Skuad ibu kota tersebut kini tertinggal margin empat poin di bawah Barcelona yang kokoh di puncak.

Ketimpangan poin ini membuat manajemen khawatir akan peluang mereka meraih gelar juara liga di akhir musim.

Rentetan hasil kurang maksimal dalam beberapa pekan terakhir memperburuk posisi tawar Alonso di mata direksi.

Alonso sebenarnya datang dengan profil mentereng saat pertama kali ditunjuk sebagai pelatih pada 1 Juni 2025.

Reputasinya melambung tinggi setelah ia berhasil membawa Bayer Leverkusen meraih gelar ganda domestik musim 2023/2024.

Selain itu, ia sukses membawa wakil Jerman tersebut melaju hingga partai final di ajang Liga Europa.

Keberhasilan di Bundesliga tersebut awalnya diharapkan bisa ditularkan ke dalam skuad bertabur bintang milik Madrid.

Ekspektasi tinggi dari para pendukung sempat menyelimuti awal kedatangan sang maestro di bangku cadangan klub.

Pada fase awal kepemimpinannya, Alonso sempat membawa Madrid melaju hingga semifinal Piala Dunia Antarklub 2025.

Performa tim pada periode awal tersebut sangat menjanjikan dengan catatan kemenangan yang cukup dominan.

Tercatat ia mampu memenangkan 13 dari 14 pertandingan awal di berbagai kompetisi domestik maupun internasional.

Namun, noda pertama muncul saat Madrid harus tunduk dengan skor telak 2-5 dari rival sekota, Atletico Madrid.

Kekalahan dalam derbi Madrid pada September 2025 itu menjadi sinyal awal adanya celah di lini pertahanan.

Momen keterpurukan mulai terlihat jelas ketika mereka kalah tipis 0-1 dari Liverpool pada awal November.

Hasil negatif melawan raksasa Inggris itu seolah menjadi awal dari periode gelap bagi perjalanan karier Alonso.

Setelah laga tersebut, performa tim merosot tajam dengan hanya mampu meraih dua kemenangan dari delapan laga.

Statistik ini sangat mengkhawatirkan bagi klub sebesar Real Madrid yang selalu menuntut hasil sempurna setiap pekan.

Kehilangan banyak poin penting membuat posisi mereka di kancah domestik semakin terdesak oleh laju Barcelona.

Walaupun sempat ada upaya bangkit dengan memenangi lima pertandingan beruntun, hal itu tidak mengubah keputusan manajemen.

Peningkatan performa dalam waktu singkat tersebut dianggap belum cukup kuat untuk menjamin masa depan jangka panjang.

Direksi klub merasa perlu melakukan perubahan besar guna menyelamatkan sisa musim kompetisi yang masih berjalan.

Dengan pemecatan ini, Madrid kini sedang mencari sosok baru untuk mengisi kekosongan di posisi pelatih kepala.

Kisah Alonso di Madrid berakhir dengan catatan yang campur aduk antara prestasi awal dan kegagalan di partai final.

Kini publik menunggu siapa sosok yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di ruang ganti Los Blancos tersebut.

Sepak bola Spanyol kembali dikejutkan dengan dinamika cepat yang terjadi di internal klub tersukses di dunia ini.

Penggemar berharap transisi ini tidak mengganggu fokus pemain dalam mengejar ketertinggalan poin dari rival mereka.

Madrid tetap menjadi magnet berita olahraga global seiring dengan keputusan besar yang diambil di awal tahun ini.

Load More