- Pemecatan Xabi Alonso terjadi tujuh bulan kemudian akibat kekalahan final Piala Super Spanyol dari Barcelona.
- Janji permainan intensitas tinggi Xabi Alonso tidak terwujud, menyebabkan tim kurang energi dan kesulitan hadapi pertahanan rendah.
- Kombinasi hasil buruk, krisis kreativitas lini tengah, serta ketegangan ruang ganti memicu berakhirnya kerja sama klub tersebut.
Suara.com - Kebersamaan Real Madrid dan Xabi Alonso resmi berakhir hanya tujuh bulan setelah dimulai.
Pelatih asal Basque itu didepak dari kursi pelatih Los Blancos menyusul kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Barcelona.
Meski sempat diawali optimisme tinggi, kepercayaan manajemen dan ruang ganti perlahan memudar.
Berikut lima faktor utama yang melatarbelakangi keputusan Real Madrid mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso.
Hasil dan Tekanan Tanpa Ampun di Madrid
Di Real Madrid, tidak ada istilah kalah terhormat. Meski tim sempat menunjukkan progres di awal musim, kegagalan meraih gelar Piala Dunia Antarklub dan performa buruk di semifinal melawan PSG menjadi noda awal.
Kekalahan telak 2-5 dari Atletico Madrid di Metropolitano menjadi titik balik, setelah itu performa tim terus menurun hingga mencapai puncaknya di Jeddah.
Janji Palsu Xabi Alonso
Xabi Alonso menjanjikan permainan agresif dengan pressing tinggi dan intensitas tinggi.
Baca Juga: Siapa Alvaro Arbeloa? Mantan Lawan Jordi Amat yang Jadi Caretaker Real Madrid
Namun di lapangan, Real Madrid justru kerap tampil tanpa energi.
Persiapan fisik dipertanyakan, pressing nyaris menghilang, dan tim kembali kesulitan menghadapi lawan yang bertahan rendah, masalah lama yang juga muncul di era Carlo Ancelotti. Identitas permainan yang dijanjikan tak pernah benar-benar terwujud.
Krisis Kreativitas di Lini Tengah
Masalah Madrid bukan sepenuhnya kesalahan pelatih. Xabi Alonso meminta gelandang kreatif sebagai otak permainan, namun klub tidak memenuhinya.
Kepergian Luka Modric—keputusan klub yang bertentangan dengan keinginan pelatih, membuat lini tengah kehilangan pengatur tempo.
Tchouameni, Camavinga, dan Valverde punya kualitas fisik dan energi, tetapi bukan tipikal pengendali permainan.
Berita Terkait
-
Siapa Alvaro Arbeloa? Mantan Lawan Jordi Amat yang Jadi Caretaker Real Madrid
-
Real Madrid Pecat Xabi Alonso, Arbeloa Jadi Pengganti: Keputusan Tepat atau Terburu-buru?
-
Alvaro Arbeloa Resmi Jadi Pelatih Real Madrid Gantikan Xabi Alonso
-
Real Madrid Pecat Xabi Alonso Usai Kalah dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol 2026
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat
-
6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala, Cek Dulu Komponen Ini sebelum Beli Baru
-
Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?
-
Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga
-
5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa
-
Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026
-
Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat
-
Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026
-
5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap
-
Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan