- Jurgen Klopp terkejut Real Madrid memecat Xabi Alonso setelah kekalahan final Piala Super Spanyol.
- Klopp membantah rumor dirinya dihubungkan dengan kursi pelatih Real Madrid pasca pemecatan Alonso.
- Pemecatan cepat Alonso menunjukkan ekspektasi tinggi dan kurangnya kesabaran di internal Real Madrid.
Suara.com - Eks pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, angkat bicara soal keputusan mengejutkan Real Madrid memecat Xabi Alonso.
Klopp mengaku benar-benar terkejut dengan langkah Los Blancos dan menegaskan pemecatan Alonso sama sekali tidak ada kaitannya dengan dirinya, di tengah rumor yang mengaitkannya dengan kursi pelatih di Santiago Bernabeu.
Xabi Alonso resmi berpisah dengan Real Madrid pada Senin (13/1) waktu setempat, kurang dari 24 jam setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Pihak klub menyebut perpisahan tersebut terjadi atas “kesepakatan bersama”, sebelum menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara.
Tak lama setelah kabar itu beredar, nama Jurgen Klopp langsung dikaitkan sebagai kandidat kuat pelatih Real Madrid. Namun, Klopp dengan tegas membantah spekulasi tersebut.
“Saya benar-benar terkejut. Jujur saja, sangat terkejut,” kata Klopp saat menjadi pundit di ServusTV, dikutip Mirror.uk
“Banyak orang menghubungi saya, tapi sama sekali bukan dari Madrid. Dan yang jelas, ini tidak ada hubungannya dengan saya,” tegasnya.
Menurut Klopp, pemecatan Alonso mencerminkan betapa besarnya tekanan dan ekspektasi di Real Madrid.
Ia menilai keputusan klub diambil terlalu cepat, apalagi Alonso belum lama menangani tim.
Baca Juga: Bursa Transfer Pelatih Real Madrid: Enzo Maresca atau Jurgen Klopp?
“Jika Xabi Alonso, yang dalam dua tahun terakhir di Leverkusen menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih luar biasa, bisa dipecat hanya enam atau tujuh bulan setelah menangani Madrid, itu menunjukkan tidak ada lagi waktu untuk bersabar,” ujar Klopp.
“Ekspektasi di Real Madrid sangat besar. Kekalahan di final dari Barcelona langsung berdampak besar,” tambahnya.
Klopp juga menilai situasi tersebut sebagai sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik di internal klub.
Meski begitu, ia menegaskan tidak tertarik kembali ke dunia kepelatihan dalam waktu dekat.
Sejak meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/24, Klopp belum kembali melatih.
Pelatih asal Jerman itu kini menjabat sebagai Head of Global Soccer Red Bull sejak awal 2025 dan berulang kali menyatakan tidak mencari pekerjaan sebagai manajer klub.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Tabrakan Lamborghini ke Pembatas Tol, Raheem Sterling Ditahan Polisi Diduga Pakai Narkoba
-
Muak dengan Cara Kotor Barcelona, Atletico Madrid Tawar Lamine Yamal dengan Sebungkus Kuaci
-
Main di Liga Champions Musim Depan, Como 1907 Harus Numpang di Markas Jay Idzes Cs
-
Ini Alasan Kick Off Arsenal vs PSG Digelar Lebih Awal, Ada Hubungannya dengan Indonesia
-
Jelang Bentrok Arsenal vs PSG, Pelatih Timnas Prancis Ketar-ketir, Ada Apa?
-
Pantang Terpeleset! Ini Kunci Arsenal Agar Bisa Kalahkan PSG
-
Dari 5 Ribu ke 2,3 Juta Followers dalam 48 Jam! Bek Selandia Baru Tim Payne Mendadak Viral
-
Final Liga Champions: Ini 5 Pemain Kunci Arsenal Kalahkan PSG
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986
-
Anthony Gordon Jadi Pemain Inggris ke-13 di Barcelona: Siapa yang Paling Sukses?