-
John Herdman resmi menjadi pelatih baru Timnas Indonesia dengan durasi kontrak dua tahun.
-
Pelatih asal Inggris ini menolak tawaran Honduras demi proyek pengembangan sepak bola Indonesia.
-
Herdman menilai Indonesia memiliki kualitas pemain dan gairah fans yang sangat luar biasa.
Suara.com - PSSI secara resmi memperkenalkan sosok juru taktik baru untuk menangani skuad kebanggaan tanah air di Jakarta.
John Herdman muncul sebagai figur yang dipercaya untuk menahkodai perjalanan panjang Timnas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Pelatih berpengalaman asal Inggris ini diperkenalkan kepada publik dalam sesi konferensi pers di Jakarta Pusat.
Kehadiran Herdman membawa angin segar sekaligus kejutan besar bagi peta persaingan sepak bola internasional saat ini.
Keputusan besar diambil oleh Herdman dengan mengabaikan tawaran dari dua negara kuat di wilayah Amerika.
Pria berusia lima puluh tahun tersebut secara terbuka mengakui telah menolak pinangan dari Honduras dan Jamaika.
Ia merasa bahwa tantangan yang ditawarkan oleh Federasi Sepak Bola Indonesia jauh lebih memikat bagi kariernya.
Hasrat untuk membangun fondasi sepak bola yang kuat menjadi faktor utama di balik keputusan profesional sang pelatih.
Bagi Herdman, Indonesia memiliki karakteristik unik yang sangat sesuai dengan prinsip kerja yang selama ini ia anut.
Baca Juga: Kabar Buruk Datang dari Prancis: Calvin Verdonk Dinilai Mengecewakan, Lille Cari Pengganti
"Karier saya selama ini selalu berkaitan soal membangun, bekerja dengan federasi yang punya semangat membawa negara yang belum pernah mencapai level sebelumnya," kata John Herdman dalam sesi konferensi pers.
Mantan pelatih timnas Kanada ini melihat ada ambisi yang luar biasa besar dari pengurus sepak bola di Indonesia.
Ia tidak sekadar mencari pekerjaan, melainkan mencari proyek jangka panjang yang memiliki dampak nyata bagi sebuah bangsa.
Herdman meyakini bahwa standar kualitas sepak bola Indonesia bisa didorong lebih tinggi dari posisi saat ini.
Evaluasi awal sang pelatih menunjukkan bahwa elemen pendukung kemajuan tim nasional sudah tersedia di depan mata.
"Negara ini siap, tidak ada alasan. Pemain berkualitas ada, ada kemampuan, ada liga yang profesional, ini saatnya," tegas pelatih berusia 50 tahun itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Simon Grayson Ungkap Alasan Rela Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia
-
Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan
-
Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan
-
Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian
-
Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas
-
Jadwal Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern Munich, Atletico Madrid Tantang Arsenal
-
Bojan Hodak Bangga Beckham Putra Nugraha Raih Gelar Sarjana
-
Ukir Sejarah, Ini Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Dua Musim Beruntun
-
PSSI Pastikan Isu 'Pasportgate' Felicia de Zeeuw Sudah Tuntas