- Arne Slot tetap menangani Liverpool meski performa tim sempat menurun setelah sukses awal.
- Spekulasi mengenai penggantian Slot menguat setelah pemecatan Xabi Alonso dari Real Madrid.
- Liverpool perlu fokus pada pembenahan struktural pertahanan daripada mengganti pelatih saat ini.
Suara.com - Liverpool tengah berada di persimpangan jalan di tengah musim yang penuh dinamika.
Meski masih mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 11 pertandingan di semua kompetisi, posisi Arne Slot sebagai manajer The Reds mulai kembali disorot menyusul pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid.
Slot sejatinya mengawali kariernya di Anfield dengan kisah nyaris sempurna.
Pelatih asal Belanda itu sukses mempersembahkan gelar Premier League di musim debutnya. Namun, performa buruk pada periode musim gugur.
Meski demikian, Slot mampu menstabilkan tim. Liverpool kembali menembus empat besar, walau diterpa badai cedera dan sempat mengalami konflik terbuka dengan Mohamed Salah.
Spekulasi masa depan Slot mencuat seiring ketersediaan Xabi Alonso di bursa pelatih.
Alonso baru saja dipecat Real Madrid setelah hanya tujuh bulan bertugas, menyusul kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Barcelona.
Padahal, Los Blancos masih berada di posisi kedua La Liga dan delapan besar Liga Champions.
Kegagalan Alonso di Madrid dinilai bukan sepenuhnya kesalahan sang pelatih.
Baca Juga: Pelatih Anyar Real Madrid Alvaro Arbeloa Mengaku Dapat Ucapan Seperti Ini dari Xabi Alonso
Tekanan ekstrem dan tuntutan instan di Santiago Bernabéu kerap menelan korban, bahkan bagi sosok berpotensi besar.
Dilansir dari Metro.uk, endatangkan Alonso kembali ke Anfield tentu menggoda, terlebih dengan ikatan emosional sebagai mantan pemain dan kemungkinan reuni dengan Jeremie Frimpong serta Florian Wirtz. Namun, langkah ini juga menyimpan risiko besar.
Belum ada jaminan Alonso mampu mengulang kesuksesan seperti di Leverkusen, terlebih setelah pengalaman yang kurang mulus di Madrid.
Selain itu, Liverpool saat ini juga menghadapi persoalan struktural, khususnya di lini belakang.
Kontrak Ibrahima Konaté akan habis pada musim panas, sementara Virgil van Dijk dan Joe Gomez memasuki tahun terakhir masa bakti mereka.
Alih-alih terburu-buru mengganti pelatih, memperkuat skuad terutama sektor pertahanan, dinilai sebagai prioritas yang lebih rasional.
Kontributor: M. Faqih
Berita Terkait
-
Pelatih Anyar Real Madrid Alvaro Arbeloa Mengaku Dapat Ucapan Seperti Ini dari Xabi Alonso
-
Jude Bellingham: Jujur Saja, Ini Omong Kosong
-
Tolak Arsenal dan Manchester City, Marc Guehi Selangkah Lagi Gabung Liverpool
-
Xabi Alonso Pergi, Vinicius Jr Senyum Puas Mau Perpanjang Kontrak
-
Klarifikasi Jude Bellingham Soal Rumor Konflik Dengan Xabi Alonso Usai Pemecatan Pelatih Real Madrid
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League