- Justin Hubner mendapat kartu merah di laga melawan Ajax Amsterdam dan dikritik pelatih akibat gaya bermainnya.
- Hubner menyatakan adaptasi kultur sepak bola Belanda berbeda dengan Inggris yang lebih mengandalkan fisik.
- Pemain tersebut menyadari tekanan besar dari pendukung Timnas Indonesia berbeda jauh dibanding pemain lokal Belanda.
Suara.com - Kartu merah kilat dalam laga kontra Ajax Amsterdam menjadi pelajaran pahit bagi bek Timnas Indonesia, Justin Hubner.
Tak hanya merugikan tim, insiden tersebut juga memicu kritik keras dari pelatihnya sendiri, Danny Buijs yang tanpa ragu melabeli aksinya sebagai perbuatan bodoh.
Menanggapi insiden tersebut, Justin Hubner secara terbuka mengakui kesalahannya.
Namun ia juga memberikan sebuah konteks menarik karena beralasan masih dalam proses adaptasi dengan kultur sepak bola Belanda yang menurutnya sangat berbeda dari tempat ia ditempa sebelumnya, Inggris.
Menurutnya tekel keras yang berbuah kartu merah di Eredivisie mungkin akan dianggap sebagai duel biasa di kompetisi Inggris yang lebih mengandalkan fisik.
“Eredivisie membutuhkan waktu untuk beradaptasi, karena di Inggris kami bermain lebih keras. Mereka tidak terbiasa dengan tekel saya di sini. Saya juga menghadapi banyak kritik, dari orang-orang yang berpikir saya bisa menjatuhkan siapa pun,” kata Hubner kepada laman De Limburger.
Pemain berusia 22 tahun ini sadar betul bahwa ia tidak bisa terus mengandalkan gaya main agresifnya.
Ia berjanji untuk lebih menunjukkan sisi teknis permainannya dan belajar untuk mengontrol emosinya di atas lapangan.
“Tetapi seperti yang Anda lihat, saya juga bisa bermain sepakbola dan bertahan. Saya harus lebih menunjukkan itu dan terkadang tetap sedikit lebih tenang. Jika saya tetap tenang, tidak ada yang bisa melewati saya,” sambungnya.
Baca Juga: John Herdman Resmi! Erick Thohir: Timnas Indonesia Masuki Era Baru
Di balik proses adaptasinya di Belanda, Hubner juga menyinggung sebuah tantangan lain yang tak kalah berat, tekanan masif dari para pendukung Timnas Indonesia.
Ia membandingkan bagaimana skala kritik yang ia terima saat membela Garuda jauh lebih besar daripada yang dihadapi oleh pemain Belanda biasa.
“Jika seorang pemain Belanda bermain buruk, atau melakukan kesalahan, dia mungkin akan dikritik beberapa ratus orang. Saya dikritik oleh seratus ribu orang,” ucap Hubner.
Menghadapi tekanan sebesar itu, suka atau tidak, telah menjadi bagian dari mentalitasnya.
“Saya harus menghadapi tekanan itu, suka atau tidak. Saya pikir saya semakin baik dalam menghadapinya. Tunangan saya membantu saya, begitu juga agen dan manajer saya,” tambahnya lagi.
Pengakuan jujur dari Justin Hubner ini menjadi cerminan dari tantangan ganda yang harus ia hadapi, beradaptasi dengan gaya main baru di Eropa, sekaligus memikul beban ekspektasi raksasa dari ratusan ribu pasang mata di Indonesia.
Berita Terkait
-
Kegilaan Justin Hubner, Selamatkan Fortuna Sittard dari Kekalahan dan Cetak Gol!
-
Statistik dan Rapor Pemain Timnas Indonesia Akhir Pekan Kemarin, 2 Orang Cetak Gol
-
Gol Dramatis Justin Hubner Bikin Pelatih Dean James Murka Kritik Keras Lini Pertahanan
-
Justin Hubner Bikin Gol Penyelamat Kekalahan, Jennifer Coppen Kirim Pesan Menohok
-
Komentar Pelatih Fortuna Sittard Usai Justin Hubner Jadi Pahlawan Tim
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Jelang Duel Panas Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Dipaksa Putar Otak
-
Liverpool Diingatkan Jangan Tergoda dengan Status Xabi Alonso, Bisa Berakibat Fatal
-
Pelatih Anyar Real Madrid Alvaro Arbeloa Mengaku Dapat Ucapan Seperti Ini dari Xabi Alonso
-
John Herdman Resmi! Erick Thohir: Timnas Indonesia Masuki Era Baru
-
Jude Bellingham: Jujur Saja, Ini Omong Kosong
-
Cesar Meylan Ungkap Deja Vu Kanada di Timnas Indonesia: Garuda Bakal Terbang ke Piala Dunia
-
John Herdman Mau Pemain Naturalisasi di Level Tertinggi, Winger PSV Ini Bisa Jadi Opsi
-
Toni Firmansyah dan 2 Wonderkid BRI Super League yang Bisa Dipantau Serius John Herdman
-
Tak Mau Timnas Indonesia Bergantung Asing, John Herdman Menyiapkan Warisan Pelatih Lokal
-
John Herdman Bakal Blusukan di Eropa, Cari Pemain Naturalisasi Baru?