- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memperkenalkan John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas di Jakarta pada Selasa (13/1/2026).
- Erick menekankan bahwa keberhasilan timnas bergantung pada dukungan kolektif dan menghargai proses jangka panjang.
- John Herdman melihat tekanan sebagai kehormatan dan menyatakan lolos Piala Dunia memerlukan proses waktu panjang dan konsisten.
Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia untuk bersatu dan memberikan dukungan penuh menyusul perkenalan resmi John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia.
Erick menegaskan bahwa kesuksesan Timnas tidak hanya bergantung pada sosok pelatih, tetapi juga pada komitmen kolektif dari pemain, pengurus, hingga suporter yang siap menghargai proses jangka panjang.
"Saya mengharapkan dukungan maksimal dari para pemain, pengurus, dan juga pecinta sepak bola nasional yang mau menghargai proses pembentukan Timnas agar makin kompetitif,” kata Erick Thohir di Jakarta, Selasa (13/1/2026)
Menurut Erick Thohir, pengalaman internasional dan visi besar yang dimiliki John Herdman akan berjalan optimal jika didukung sinergi kuat dari seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.
Ia juga mengapresiasi respons positif yang mengalir deras sejak nama John Herdman mencuat sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia.
Sambutan tersebut datang dari berbagai pihak, mulai dari media, jajaran pengurus PSSI, hingga publik pecinta sepak bola Tanah Air.
Bagi Erick, momentum ini menjadi penanda dimulainya babak baru sepak bola Indonesia dengan target membawa Timnas ke level yang lebih tinggi dan kompetitif di kancah internasional.
“Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih seperti John Herdman,” tambahnya.
Erick kembali menegaskan bahwa proses pembangunan Timnas membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta dukungan tanpa henti agar visi besar tersebut bisa terwujud.
Baca Juga: Cesar Meylan Ungkap Deja Vu Kanada di Timnas Indonesia: Garuda Bakal Terbang ke Piala Dunia
Dalam sesi perkenalan yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, John Herdman menyampaikan pandangannya terkait tekanan besar yang melekat pada jabatan pelatih tim nasional.
Bagi pelatih asal Kanada itu, tekanan justru merupakan sebuah kehormatan.
"Memimpin tim nasional berarti memikul harapan sebuah bangsa. Tekanan itu bisa menjadi kutukan, tetapi juga bisa menjadi berkah. Kami memilih menjadikannya berkah,” ungkap Herdman.
Herdman juga menekankan bahwa pencapaian besar, termasuk lolos ke Piala Dunia, tidak dapat diraih secara instan. Ia mencontohkan perjalanan panjang Kanada sebagai gambaran proses yang realistis namun penuh harapan.
“Lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam semalam. Kanada membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapainya. Indonesia telah membuat satu langkah besar, langkah yang sangat penting, dan kini tugas kami adalah mengambil langkah berikutnya,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Cesar Meylan Ungkap Deja Vu Kanada di Timnas Indonesia: Garuda Bakal Terbang ke Piala Dunia
-
Erick Thohir Minta Semua Elemen Hargai Proses Pembentukan Timnas Indonesia
-
John Herdman Mau Pemain Naturalisasi di Level Tertinggi, Winger PSV Ini Bisa Jadi Opsi
-
Toni Firmansyah dan 2 Wonderkid BRI Super League yang Bisa Dipantau Serius John Herdman
-
Tak Mau Timnas Indonesia Bergantung Asing, John Herdman Menyiapkan Warisan Pelatih Lokal
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji