- Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengkritik keras Kylian Mbappe terkait penolakan *guard of honour* di Jeddah.
- Mbappe tertangkap kamera memimpin pemain Real Madrid menjauh saat Barcelona menerima medali juara Piala Super Spanyol.
- Laporta menilai perilaku Mbappe tidak pantas, meskipun ia memahami emosi tinggi setelah pertandingan final yang dramatis.
Suara.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik keras kepada Kylian Mbappe usai final Piala Super Spanyol antara Barcelona vs Real Madrid.
Mbappe menjadi sorotan setelah tertangkap kamera memimpin rekan-rekannya untuk tidak memberikan guard of honour kepada pemain Barcelona, yang keluar sebagai juara usai menang dramatis 3-2 di Jeddah, Arab Saudi.
Momen tersebut terjadi saat para pemain Barcelona bersiap menerima medali juara.
Dalam tayangan yang beredar luas, Mbappe terlihat mengajak pemain Real Madrid menjauh, alih-alih berdiri memberi penghormatan.
Sikap itu memicu gelombang kritik dari pendukung Barcelona, dan kini mendapat respons langsung dari Laporta.
Mengutip RAC1 via Diario AS, Laporta mengaku awalnya tidak melihat insiden tersebut.
Namun setelah menontonnya kembali, ia menilai tindakan Mbappe sebagai perilaku yang tidak pantas dalam dunia olahraga.
“Saya terkejut dengan apa yang dia lakukan. Dalam kemenangan maupun kekalahan, Anda harus bersikap dermawan dan saling menghormati. Ini olahraga, dan seharusnya ada perilaku yang normal,” kata Laporta.
“Kami, saat menang, bersikap generus dan menghormati lawan. Karena itu saya tidak bisa memahaminya.”
Baca Juga: Xabi Alonso Pergi, Vinicius Jr Senyum Puas Mau Perpanjang Kontrak
Meski demikian, Laporta juga mencoba melihat konteks emosi di lapangan.
Ia menyebut laga tersebut berlangsung dengan tensi tinggi, berbeda dengan pertandingan liga sebelumnya.
“Para pemain terlihat tegang dan emosional, itu masih bisa dimengerti. Sejujurnya saya tidak melihat langsung momen Mbappe di lapangan, tetapi saya paham itu pasti situasi yang sangat menyakitkan bagi mereka. Ada frustrasi, lalu muncul reaksi seperti itu,” ujarnya.
Pernyataan Laporta ini muncul di tengah memanasnya hubungan kedua klub raksasa Spanyol.
Sebelumnya, Laporta secara terbuka menyebut hubungan institusional Barcelona dan Real Madrid saat ini berada dalam kondisi retak.
Insiden yang melibatkan Mbappe diyakini semakin memperkeruh suasana, terlebih kritik Laporta diprediksi tidak akan diterima dengan baik oleh petinggi Los Blancos.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke
-
Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat
-
Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?
-
Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik