Bola / Liga Spanyol
Rabu, 14 Januari 2026 | 19:46 WIB
Presiden Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik keras kepada Kylian Mbappe usai final Piala Super Spanyol antara Barcelona vs Real Madrid. (Instagram/@realmadrid)
Baca 10 detik
  • Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengkritik keras Kylian Mbappe terkait penolakan *guard of honour* di Jeddah.
  • Mbappe tertangkap kamera memimpin pemain Real Madrid menjauh saat Barcelona menerima medali juara Piala Super Spanyol.
  • Laporta menilai perilaku Mbappe tidak pantas, meskipun ia memahami emosi tinggi setelah pertandingan final yang dramatis.

Suara.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik keras kepada Kylian Mbappe usai final Piala Super Spanyol antara Barcelona vs Real Madrid.

Mbappe menjadi sorotan setelah tertangkap kamera memimpin rekan-rekannya untuk tidak memberikan guard of honour kepada pemain Barcelona, yang keluar sebagai juara usai menang dramatis 3-2 di Jeddah, Arab Saudi.

Momen tersebut terjadi saat para pemain Barcelona bersiap menerima medali juara.

Dalam tayangan yang beredar luas, Mbappe terlihat mengajak pemain Real Madrid menjauh, alih-alih berdiri memberi penghormatan.

Sikap itu memicu gelombang kritik dari pendukung Barcelona, dan kini mendapat respons langsung dari Laporta.

Mengutip RAC1 via Diario AS, Laporta mengaku awalnya tidak melihat insiden tersebut.

Namun setelah menontonnya kembali, ia menilai tindakan Mbappe sebagai perilaku yang tidak pantas dalam dunia olahraga.

“Saya terkejut dengan apa yang dia lakukan. Dalam kemenangan maupun kekalahan, Anda harus bersikap dermawan dan saling menghormati. Ini olahraga, dan seharusnya ada perilaku yang normal,” kata Laporta.

“Kami, saat menang, bersikap generus dan menghormati lawan. Karena itu saya tidak bisa memahaminya.”

Baca Juga: Xabi Alonso Pergi, Vinicius Jr Senyum Puas Mau Perpanjang Kontrak

Meski demikian, Laporta juga mencoba melihat konteks emosi di lapangan.

Ia menyebut laga tersebut berlangsung dengan tensi tinggi, berbeda dengan pertandingan liga sebelumnya.

“Para pemain terlihat tegang dan emosional, itu masih bisa dimengerti. Sejujurnya saya tidak melihat langsung momen Mbappe di lapangan, tetapi saya paham itu pasti situasi yang sangat menyakitkan bagi mereka. Ada frustrasi, lalu muncul reaksi seperti itu,” ujarnya.

Pernyataan Laporta ini muncul di tengah memanasnya hubungan kedua klub raksasa Spanyol.

Sebelumnya, Laporta secara terbuka menyebut hubungan institusional Barcelona dan Real Madrid saat ini berada dalam kondisi retak.

Insiden yang melibatkan Mbappe diyakini semakin memperkeruh suasana, terlebih kritik Laporta diprediksi tidak akan diterima dengan baik oleh petinggi Los Blancos.

Load More