- Jordi Cruyff, penasihat teknis Timnas Indonesia, mulai menyeleksi tiga calon pelatih Ajax Amsterdam asal Spanyol.
- Tiga kandidat serius meliputi Míchel (Girona), Iñigo Pérez (Rayo Vallecano), dan Eder Sarabia (Elche).
- Kriteria utama Ajax adalah pelatih ambisius yang siap membangun proyek jangka menengah hingga panjang klub.
Suara.com - Penasihat teknis Timnas Indonesia, Jordi Cruyff dilaporkan sudah mulai bekerja di Ajax.
Jordi fokus menyeleksi tiga calon pelatih Ajax Amsterdam.
Dilansir dari Voetbalzone, Jordi fokus menyeleksi tiga calon pelatih yang besar kemungkinan berasal dari Spanyol.
Sejumlah nama pelatih asal Negeri Matador kini masuk radar manajemen Ajax untuk memimpin proyek kebangkitan klub musim depan.
Menurut laporan Voetbal International, ada tiga nama pelatih Spanyol yang saat ini menjadi kandidat serius.
Mereka adalah Míchel, pelatih Girona; Iñigo Pérez dari Rayo Vallecano, serta Eder Sarabia yang kini menukangi Elche.
Ketiganya dinilai memiliki filosofi permainan dan pendekatan modern yang selaras dengan identitas Ajax.
Sebelumnya, jurnalis De Telegraaf, Mike Verweij, juga mengungkap bahwa Jordi Cruyff memang mengarahkan pencarian pelatih baru ke Spanyol.
Informasi tersebut kini diperkuat oleh laporan mendalam Voetbal International yang ditulis oleh pengamat klub Ajax, Lentin Goodijk.
Baca Juga: Kilas Balik Anak John Herdman Bikin Gol ke Gawang Timnas Indonesia dan Buat STY Tertunduk
“Iñigo Pérez dari Rayo Vallecano sudah lama dipantau. Sementara itu, Eder Sarabia di Elche dan Míchel di Girona juga berhasil menempatkan diri mereka dalam radar Ajax berkat kinerja dan gaya melatih yang menarik,” tulis Goodijk.
Tak hanya itu, Goodijk juga menyoroti satu fakta menarik yang berpotensi membuka opsi lain.
Roberto Martínez, salah satu sahabat dekat Jordi Cruyff, diketahui memiliki kontrak yang akan berakhir sebagai pelatih timnas Portugal.
Meski belum ada indikasi konkret, nama Martínez disebut sebagai sosok yang patut diperhatikan dalam dinamika pencarian pelatih Ajax.
Dalam laporannya, Voetbal International menegaskan bahwa Ajax memiliki satu kriteria utama, pelatih yang ambisius, memiliki staf kepelatihan kuat, dan siap sepenuhnya mendedikasikan diri pada proyek jangka menengah hingga panjang klub.
“Ajax membutuhkan pelatih yang mau mengangkat proyek ini bersama-sama. Setelah ada kejelasan soal pelatih, barulah klub bisa bergerak tegas dalam menyusun skuad untuk musim depan,” lanjut Goodijk.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI
-
Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
-
Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan
-
5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar