Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:51 WIB
Skuad Timnas Indonesia. (Instagram/pssi)
Baca 10 detik
  • FIFA Series 2026 akan digelar di Indonesia pada 23-31 Maret 2026, melibatkan empat negara lintas konfederasi.
  • Turnamen ini bertujuan memecah kesulitan pertemuan tim antar konfederasi di luar Piala Dunia resmi.
  • Semua hasil pertandingan resmi ini akan masuk perhitungan poin yang memengaruhi peringkat resmi FIFA dunia.

Suara.com - Timnas Indonesia bersiap menyambut sebuah era baru dengan menjadi tuan rumah ajang prestisius, FIFA Series 2026.

Namun ini bukanlah turnamen persahabatan biasa. Di balik formatnya yang unik, tersimpan tiga misi besar yang diusung oleh FIFA untuk merevolusi peta sepak bola dunia.

FIFA Series edisi Indonesia yang akan digelar pada 23-31 Maret 2026, akan diikuti oleh empat negara dari berbagai konfederasi.

Namun, formatnya tidak menggunakan sistem round-robin seperti turnamen pada umumnya.

Setiap tim, termasuk Timnas Indonesia hanya akan melakoni dua pertandingan. Meskipun format detailnya belum dirilis, sistem ini dirancang untuk memaksimalkan pertemuan lintas benua.

Yang terpenting, karena masuk dalam kalender resmi setiap hasil pertandingan akan dihitung sebagai poin yang memengaruhi ranking FIFA.

Lantas, apa tujuan utama FIFA menggelar turnamen dengan format unik ini.

Tujuan utamanya adalah untuk memecah kebuntuan. Selama ini, tim-tim dari konfederasi yang berbeda, misalnya Asia dan Amerika Selatan, sangat sulit untuk bertemu di luar ajang Piala Dunia.

FIFA Series hadir untuk menjembatani kesenjangan ini, memberikan kesempatan bagi negara-negara untuk saling menjajal kekuatan dengan lawan dari kultur sepak bola yang berbeda.

Baca Juga: Disebut Ada Kesepakatan Personal dengan Persib, Maarten Paes Bantah Keras

Bagi para pemain dan pelatih, ini adalah panggung yang sangat berharga. Menghadapi lawan dengan gaya main yang sama sekali berbeda akan memberikan pengalaman tak ternilai yang tidak bisa didapat dari laga persahabatan biasa.

Ini akan menjadi laboratorium sempurna bagi para pelatih untuk menguji taktik dan mentalitas timnya.

FIFA juga melihat ajang ini sebagai peluang untuk membuka potensi pendapatan baru bagi para federasi anggotanya.

Dengan mempertemukan negara-negara dari pasar yang berbeda, potensi sponsor dan hak siar lintas negara menjadi sangat terbuka lebar, membantu percepatan pembangunan sepak bola secara finansial.

Hingga saat ini, PSSI memang belum mengumumkan secara resmi siapa saja tiga negara yang akan menjadi tamu.

Akan tetapi, sudah muncul beberapa rumor tim yang akan menjadi lawan skuad Garuda yaitu St. Kitts and Nevis, Bulgaria, hingga Yunani.

Load More