Bola / Liga Italia
Minggu, 18 Januari 2026 | 10:22 WIB
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (Dok. Juventus)
Baca 10 detik
  • Juventus kalah 0-1 dari Cagliari di Sant'Elia; Spalletti menekankan pentingnya disiplin peran pemain.
  • Cagliari mencetak gol kemenangan dari bola mati, memanfaatkan kurang efektifnya penyelesaian peluang Juventus.
  • Kekalahan ini menghambat upaya Juventus meraih Scudetto, membuat mereka tertinggal sepuluh poin dari pemuncak klasemen.

Suara.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, meminta para pemainnya untuk tetap disiplin menjalankan peran masing-masing setelah kekalahan mengejutkan 0-1 dari Cagliari pada lanjutan Serie A di Stadion Sant’Elia.

Spalletti mengakui Cagliari layak meraih kemenangan, namun ia menilai Juventus sebenarnya mengontrol pertandingan dan hanya gagal memanfaatkan peluang yang ada.

Juventus tampil dominan sepanjang laga dengan penguasaan bola tinggi dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Namun, efektivitas menjadi masalah utama. Statistik menunjukkan kontras mencolok, dengan expected goals (xG) Juventus 1,28, sementara Cagliari hanya 0,16.

Gol semata wayang tuan rumah lahir dari situasi bola mati. Luca Mazzitelli sukses menyambar tendangan bebas Gianluca Gaetano meski membelakangi gawang, memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Bianconeri.

Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Spalletti menyoroti kecenderungan sejumlah pemain keluar dari peran mereka saat mencoba mengejar ketertinggalan.

“Pemain harus tetap berada di posisinya. Beberapa pemain pengganti terbawa ritme permainan yang terlalu kacau,” kata Spalletti.

Ia menyebut nama Zhegrova dan Conceicao yang terlalu sering turun ke lini tengah, sehingga menjauh dari area berbahaya.

Sementara itu, bek seperti Kalulu dan Kelly dinilai terlalu maju ke depan dan meninggalkan tugas utama mereka.

Baca Juga: Spalletti Beri Sinyal Transfer: Juventus Cari Pelapis Yildiz, Chiesa Masuk Radar

“Mereka adalah bek dan seharusnya tetap bertahan. Kami perlu lebih disiplin,” tegasnya.

Juventus sempat mendapat harapan saat wasit menunjuk titik putih di babak pertama. Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR, karena Mazzitelli dinilai lebih dulu menguasai posisi saat berduel dengan Fabio Miretti.

Peluang terbaik Juventus datang melalui Kenan Yildiz, namun tembakan kerasnya hanya membentur tiang gawang setelah terdefleksi bek Cagliari, Yerry Mina.

“Yildiz kurang beruntung. Ada detail kecil yang menentukan, seperti arah putaran bola dan pantulan,” ujar Spalletti.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Juventus, yang sebelumnya hanya menelan satu kekalahan di semua kompetisi sejak Spalletti menangani tim.

Hasil tersebut juga menghambat upaya Bianconeri untuk mendekati persaingan Scudetto.

Load More