- Juventus kalah 0-1 dari Cagliari akibat gol tunggal Luca Mazzitelli, memadamkan asa Scudetto.
- Kekalahan tersebut menyebabkan jarak Juventus dengan pemuncak klasemen melebar menjadi sepuluh poin.
- Absennya Dusan Vlahovic disinyalir menjadi penyebab utama kegagalan Juventus mengonversi dominasi serangan.
Suara.com - Ambisi Juventus untuk bisa jadi pesaing di perebutan Scudetto musim ini terkoreksi setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Cagliari pada lanjutan Serie A.
Gol tunggal Luca Mazzitelli di Sardinia menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Luciano Spalletti, sekaligus meredam asa Bianconeri untuk terus menekan papan atas klasemen.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena datang di tengah tren positif Juventus yang sempat memantik harapan untuk kembali bersaing dalam perburuan Scudetto.
Namun hasil negatif tersebut justru memperlebar jarak dengan pemuncak klasemen menjadi 10 poin dan memaksa Juventus kembali realistis terhadap target utama musim ini: lolos ke Liga Champions.
Jurnalis senior Italia, Paolo Condo dalam analisisnya di Sky Sport, Condò menegaskan bahwa kekalahan ini mengubah kembali arah ambisi Si Nyonya Tua.
“Pertandingan ini adalah siraman air dingin yang menghentikan momentum Juventus. Mereka sedang naik cepat di klasemen, tapi kekalahan ini membawa mereka kembali ke realitas. Sempat ada nyala kecil untuk kembali ke perburuan Scudetto, namun kini targetnya jelas: Liga Champions,” ujar Condo.
Selain soal ambisi, Condò juga menyoroti lemahnya penyelesaian akhir Juventus. Sepanjang pertandingan, Juventus menghabiskan sebagian besar waktu di area pertahanan Cagliari, namun gagal mengonversi dominasi tersebut menjadi gol.
“Ini sudah kali kedua Juventus gagal mencetak gol. Bahkan hasil imbang 0-0 pun sebenarnya sudah mengecewakan, mengingat mereka menghabiskan sekitar 85 menit di area lawan,” lanjutnya.
Menurut Condò, absennya Dusan Vlahovic sangat terasa dalam laga tersebut. Juventus dinilai membutuhkan sosok penyerang tengah murni yang mampu menjadi target di kotak penalti, terutama dalam pertandingan dengan karakter seperti melawan Cagliari.
Baca Juga: Peringatan Allgeri Jelang AC Milan vs Lecce, Kemenangan Jadi Harga Mati
“Dalam laga seperti ini, Juventus akan sangat terbantu dengan kehadiran Vlahovic. Dalam dua laga terakhir, David bermain sangat baik dengan membuka ruang dan menghubungkan permainan, tetapi untuk pertandingan ini, Juventus membutuhkan penyerang dengan insting gol tinggi. Mereka kekurangan kualitas di sepertiga akhir,” tegasnya.
Kekalahan dari Cagliari menjadi peringatan serius bagi Juventus bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Jika ingin mengamankan tiket Liga Champions, Spalletti dan timnya dituntut segera memperbaiki efektivitas serangan, terutama saat menghadapi tim yang bermain bertahan.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Peringatan Allgeri Jelang AC Milan vs Lecce, Kemenangan Jadi Harga Mati
-
Jelang Inter vs Arsenal: Nerazzurri Hormati The Gunners tapi Tak Gentar
-
Bukan Sekadar Gol Lautaro: Analisis Chivu di Balik Kemenangan Inter Milan
-
Uji Tangguh di Liga Italia, Jay Idzes Buka Suara Soal Duel Fisik Lawan Striker Kelas Dunia
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Incar Kemenangan ke-12 Beruntun, Barcelona Diterpa Kabar Buruk Jelang Lawan Real Sociedad
-
Kim Sang-sik Disebut Tak Punya Rival Seimbang di Piala AFF 2026, John Herdman Diremehkan?
-
Jacksen F. Tiago Turun Gunung, Sebut Pembinaan Usia Dini Kunci Emas Sepak Bola Putri Indonesia
-
Rapor Miliano Jonathans Usai Debut di Excelsior: Main 16 Menit Tapi Jadi Kreator Gol
-
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia, Kolaps Dipinggir Lapangan
-
Ronald Koeman Merasa Belanda Tak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026
-
Florentino Perez dan Vinicius Jr Dicemooh Madridista, Alvaro Arbeloa Pasang Badan
-
Bedah Taktik United Way Ala Michael Carrick, Sederhana tapi Bikin Guardiola Tak Berkutik
-
Peringatan Allgeri Jelang AC Milan vs Lecce, Kemenangan Jadi Harga Mati
-
Siapa Alaeddine Ajaraie? Striker Anyar Persija Pencetak 77 Gol dari Maroko