Bola / Liga Spanyol
Senin, 19 Januari 2026 | 13:40 WIB
Frenkie de Jong (Barcelona)
Baca 10 detik
  • Barcelona kalah tipis dari Sociedad sehingga keunggulan di puncak klasemen kini hanya satu poin.

  • Frenkie de Jong mengkritik efektivitas tim dan performa gemilang penjaga gawang lawan di Anoeta.

  • Kapten Barcelona memprotes keras sikap arogan wasit Gil Manzano terkait manajemen waktu pertandingan.

Kegagalan memanfaatkan setiap celah di area penalti lawan menjadi evaluasi besar bagi tim kepelatihan usai laga.

De Jong mengakui bahwa banyak momentum emas yang seharusnya bisa mengubah arah pertandingan jika dieksekusi dengan baik.

“Kami melewatkan banyak peluang. Itu yang paling mengecewakan,” tegas sang kapten saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ketangguhan penjaga gawang Real Sociedad juga menjadi faktor kunci yang mementahkan serangan bertubi-tubi dari barisan depan Barcelona.

Statistik menunjukkan banyaknya tembakan tepat sasaran namun tidak ada yang berhasil menggetarkan jala gawang tuan rumah lebih banyak.

Namun, sorotan utama setelah peluit panjang berbunyi bukan hanya soal teknis permainan saja di lapangan hijau.

Frenkie de Jong secara terbuka mengkritik keras kinerja wasit Jesus Gil Manzano yang memimpin jalannya pertandingan panas itu.

Beberapa keputusan sang pengadil lapangan di penghujung laga dianggap sangat merugikan bagi upaya Barcelona menyamakan kedudukan.

De Jong menyoroti manajemen waktu wasit yang dinilai tidak adil mengingat banyaknya interupsi permainan yang terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Barcelona Kalah Menyakitkan di Markas Sociedad, Frenkie de Jong Salahkan Wasit

“Di akhir pertandingan, pada waktu tambahan, saya bilang kepadanya untuk melihat waktu. Mengambil tendangan gawang saja butuh satu menit," lanjut De Jong.

Kekesalan pemain tengah ini memuncak ketika wasit enggan memberikan kompensasi waktu yang cukup di masa injury time.

De Jong merasa waktu sepuluh detik pun sangat berharga bagi tim yang sedang mengejar ketertinggalan di menit akhir.

"Normalnya waktu akan ditambah. Dan dia tidak memberi tambahan sepuluh detik. Menurut saya itu gila. Saya mengatakan itu kepadanya dan dia memberi saya kartu,” ungkapnya dengan nada tinggi.

Hukuman kartu kuning tersebut dianggap sebagai respons yang tidak perlu atas komunikasi yang seharusnya bisa dilakukan secara terbuka.

Ia juga sempat menyinggung soal komunikasi dengan perangkat pertandingan mengenai keputusan offside yang kembali diperdebatkan oleh para pemain.

Load More