-
Bhayangkara Presisi Lampung FC resmi merekrut tiga pemain asing baru untuk memperkuat lini serang.
-
Moussa Sidibe, Privat Mbarga, dan Henry Doumbia didatangkan guna meningkatkan produktivitas gol tim.
-
Manajemen fokus memperbaiki performa buruk laga tandang pada putaran kedua BRI Super League.
Suara.com - Manajemen Bhayangkara FC menunjukkan keseriusan tinggi dalam menatap persaingan ketat di putaran kedua.
Klub berjuluk The Guardian tersebut mengambil langkah progresif dengan mengamankan tanda tangan tiga pemain asing baru.
Kehadiran para pemain ini difokuskan untuk mengisi pos lini depan yang dianggap perlu mendapatkan penyegaran signifikan.
Langkah ini diambil setelah jajaran pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim selama paruh pertama kompetisi berlangsung.
Diharapkan tambahan amunisi ini mampu memberikan dampak instan pada produktivitas gol tim yang bermarkas di Lampung.
Dikutip dari Ileague, dua nama besar yang baru saja diperkenalkan ke publik adalah pemain sayap lincah, Moussa Sidibe dan Privat Mbarga.
Keputusan merekrut keduanya didasari oleh jam terbang tinggi yang mereka miliki di kancah sepak bola tanah air.
Privat Mbarga bergabung dengan status pinjaman dari Dewa United FC setelah sebelumnya menjadi ikon penting di Bali United.
Sementara itu, Moussa Sidibe didatangkan dari raksasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim, guna menambah kreativitas serangan di sektor sayap.
Baca Juga: Spaso Maafkan Aksi Emosional Rafael Struick: Kamu Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Sidibe sendiri bukan sosok baru karena pernah menjadi tumpuan utama Persis Solo selama dua musim berturut-turut.
Sebelum meresmikan duo winger tersebut, manajemen lebih dulu memperkenalkan sosok bomber tajam asal Benua Afrika, Henry Doumbia.
Henry Doumbia didatangkan setelah menunjukkan performa menjanjikan bersama klub Liga Super Malaysia, PDRM FC, pada musim ini.
Catatan empat gol dari tujuh pertandingan terakhirnya menjadi bukti bahwa striker ini memiliki naluri mencetak gol yang mumpuni.
Pengalamannya melanglang buana di Liga Libya, Uni Emirat Arab, hingga Thailand diharapkan mempermudah proses adaptasi dengan gaya main tim.
Kehadiran Doumbia diharapkan menjadi solusi jitu atas kendala penyelesaian akhir yang kerap dialami oleh skuad asuhan Paul Munster.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah
-
Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku
-
5 Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Gemini yang Sedang Marah dan Ngambek
-
Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja? Menggugat Obsesi pada Produktivitas
-
76 Ketua RT dan RW di Pekanbaru Resmi Dilantik, Bakal Ikuti Retret
-
Kasus Febrie Adriansyah Disorot Media Asing: Ujian Serius Pemerintahan Prabowo
-
Mendagri Tito Wisuda 1.404 Praja IPDN, Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
-
Inovasi Brownies Mocaf Belimbing, Angkat Potensi Lokal Hingga Naik Kelas Bersama BRI